Payakumbuh - Atensinews.co.
Rencana Pemerintah Kota Payakumbuh menggelar ajang pacuan kuda skala nasional Indonesia’s Horse Racing (IHR) Cup 2026 mulai disayangi dan disorot tajam sejumlah kalangan masyarakat. Di tengah tumpukan masalah serta ketidakjelasan persoalan pemerintahan yang dinilai belum beres, langkah Pemko justru dianggap mengalihkan fokus pada acara hiburan yang terkesan sekadar mengejar popularitas dan pencitraan semata.
Padahal, kota ini belakangan kerap menjadi sorotan negatif terkait berbagai persoalan yang belum tuntas, mulai dari temuan kerugian keuangan daerah yang menggantung, dugaan lemahnya penegakan aturan, hingga keluhan transparansi layanan publik. Kondisi ini membuat banyak pihak bertanya-tanya, mengapa energi dan perhatian justru dicurahkan untuk mempersiapkan ajang balapan kuda ketimbang membereskan urusan rumah tangga pemerintahan yang mendesak.
“Kami sangat menyayangkan langkah ini. Saat kondisi kota dan tata kelola pemerintahan masih banyak yang kurang baik dan belum beres, bukannya fokus memperbaiki kekurangan serta menyelesaikan masalah akar rumput, justru sibuk mengadakan acara pacu kuda,” ujar sejumlah tokoh masyarakat Kota Payakumbuh yang meminta namanya tidak disebutkan, Kamis (13/8/2026).
Mereka menilai, penyelenggaraan IHR Cup 2026 bersama promotor Sarga.co ini terkesan sebagai upaya mencari perhatian publik dan mengalihkan sorotan dari berbagai masalah yang belakangan mengemuka. Menurut warga, prioritas utama saat ini seharusnya adalah memulihkan kepercayaan masyarakat, memperbaiki sistem pengelolaan anggaran yang bermasalah, serta meningkatkan pelayanan dasar yang masih dirasakan kurang maksimal.
“Jangan sampai rakyat merasa terabaikan sementara pemimpin sibuk mencari panggung. Rakyat butuh kejelasan masalah yang belum selesai, bukan kemeriahan acara yang tidak menyentuh kebutuhan pokok warga,” tegas tokoh masyarakat itu.
Sementara itu, Walikota Payakumbuh Zulmaeta sebelumnya menyatakan ajang pacu kuda pada Minggu, 23 Agustus 2026 di Gelanggang Kubu Gadang tersebut bertujuan memeriahkan HUT RI ke-81 serta memajukan pariwisata dan olahraga daerah. Namun, penjelasan ini dinilai belum cukup meyakinkan di tengah kenyataan bahwa banyak aspek pemerintahan dan pelayanan yang masih jauh dari harapan.
Sebagai informasi, ajang ini menawarkan total hadiah Rp 450 juta dengan 15 kelas perlombaan. Meski berpotensi menyedot perhatian ribuan penonton, masyarakat berharap Pemko tidak menutup mata terhadap kritik yang berkembang, dan lebih bijak dalam menentukan skala prioritas pembangunan serta pelayanan di tengah situasi yang belum stabil.
( Aweng )


0 Komentar