Turnamen Domino Semarakkan HUT ke-81 RI di Pasar Yaahowu Gunungsitoli

Foto: Direktur Pasar Yaahowu Arianto Gulo (dua dari kanan) dan Sekretaris Pengcab ORADO Kota Gunungsitoli, Nota Ziliwu (tiga dari kiri), berfoto bersama para peserta peraih juara Turnamen Domino di Pasar Yaahowu, Jalan Lagundri, Gunungsitoli, Senin (17/8/2026) sore.

GUNUNGSITOLI, ATENSINEWS.co – Perusahaan Daerah Pasar Ya’ahowu Gunungsitoli, Nias, menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satunya adalah turnamen domino. Kegiatan yang berlangsung di Pasar Ya’ahowu, Jalan Lagundri, Gunungsitoli, tersebut ditutup pada Senin (17/8/2026) pukul 17.00 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Pengurus Cabang Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kota Gunungsitoli, Nota Ziliwu, yang mewakili pengurus organisasi. Turnamen berlangsung dalam suasana kompetitif, tetapi tetap menjunjung sportivitas dan persaudaraan.

Direktur Pasar Yaahowu, Arianto Gulo, mengatakan bahwa turnamen domino tidak semata-mata dipandang sebagai kegiatan hiburan. Menurut dia, permainan tersebut dapat menjadi ruang sosial untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam suasana yang setara.

“Domino mengajarkan bahwa kita tidak selalu dapat memilih kartu yang kita terima, tetapi kita selalu dapat menentukan bagaimana memainkan kartu tersebut. Dalam kehidupan berbangsa, perbedaan bukan alasan untuk saling meniadakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan ke dalam kehidupan masyarakat secara konkret, termasuk melalui penguatan ekonomi rakyat.

“Pasar bukan hanya tempat transaksi. Pasar adalah ruang demokrasi ekonomi. Di tempat inilah kita bisa melihat apakah rakyat benar-benar memperoleh kesempatan untuk bekerja, berdagang, dan meningkatkan kesejahteraannya,” katanya.

Menurut dia, keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga tidak cukup diukur dari kinerja bisnis semata. BUMD harus mampu menciptakan manfaat sosial bagi masyarakat.

“BUMD tidak boleh hanya bertanya berapa keuntungan yang kita dapat, tetapi juga berapa banyak manfaat yang kita ciptakan,” katanya.

Ia menambahkan, Pasar Yaahowu diharapkan tidak hanya berkembang sebagai pusat perdagangan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial dan ekonomi masyarakat Kepulauan Nias.

“Modernisasi pasar harus berjalan tanpa kehilangan karakter lokal. Teknologi dan tata kelola yang lebih baik harus membuat identitas dan potensi ekonomi masyarakat semakin bernilai,” ujarnya.

Sekretaris Pengurus Cabang ORADO Kota Gunungsitoli, Nota Ziliwu, mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang mempertemukan masyarakat dalam suasana kompetitif sekaligus kekeluargaan.

Menurut dia, olahraga domino memiliki dimensi sosial yang kuat karena dapat menjadi sarana membangun komunikasi antarmasyarakat.

“ORADO tidak hanya berbicara mengenai pertandingan dan prestasi. Ada nilai sportivitas, disiplin, persaudaraan, dan penghormatan terhadap lawan. Nilai-nilai itu penting dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Nota.

Ia menilai kegiatan olahraga berbasis masyarakat perlu terus dikembangkan karena ruang publik yang sehat dapat memperkuat kohesi sosial.

“Ketika masyarakat memiliki ruang untuk bertemu, berkompetisi secara sehat, dan kemudian kembali bersalaman, di situlah persaudaraan dibangun,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili peserta turnamen, Markus K. Hulu, mengatakan peserta tidak hanya mengejar kemenangan dalam pertandingan.

“Bagi kami, yang penting bukan hanya siapa yang menang. Kami bisa berkumpul, saling mengenal, dan merayakan kemerdekaan bersama. Itu juga kemenangan,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak masyarakat.

Menurut Markus, kegiatan di ruang publik seperti Pasar Yaahowu memberikan suasana berbeda karena mempertemukan peserta dengan masyarakat yang menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.

“Pasar menjadi tempat kami bermain sekaligus tempat kami melihat kehidupan masyarakat secara langsung. Ada pedagang, pembeli, peserta, dan penonton. Semua berada dalam satu ruang,” katanya.

Turnamen tersebut ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para peserta terbaik.

Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) merupakan organisasi resmi yang menaungi olahraga domino di Indonesia. ORADO secara resmi mendeklarasikan keberadaannya pada 7 Januari 2026 di Hotel Mulia, Jakarta, dan tercatat sebagai anggota KONI Pusat pada 21 Mei 2026. Kehadiran ORADO menjadi langkah penting dalam mengembangkan domino dari sekadar permainan rekreasi menjadi cabang olahraga prestasi yang menjunjung sportivitas, strategi, dan disiplin.

(Petrus M. Zendrato)

0 Komentar