![]() |
| Foto: Melkias Muyapa S.IP [ Kepala Suku besar Papua Tengah] |
Nabire - Atensinews.co.
Kepala Suku Mee Papua Tengah, Melkias Muyapa, S.IP, mengimbau seluruh masyarakat di 8 kabupaten se-Papua Tengah, khususnya Kabupaten Nabire, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar menjelang Aksi Demonstrasi yang akan digelar Komite Nasional Papua Barat [KNPB] pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Imbauan itu disampaikan Melkias melalui sambungan telepon kepada media di Nabire, Jumat [15/8/2026].
“Kita semua ingin Papua Tengah tetap aman. Saya minta masyarakat jangan mudah percaya dan menyebar informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai aksi yang tujuannya menyampaikan pendapat justru menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” ujar Melkias.
Ia menegaskan, Indonesia adalah negara demokrasi yang menjamin kebebasan setiap warga untuk menyampaikan aspirasi di muka umum sebagaimana diatur dalam UUD 1945. Karena itu, ia juga meminta DPR Papua Tengah dan MRP Papua Tengah untuk menerima dan menampung aspirasi masyarakat dengan baik.
“DPR dan MRP adalah rumah aspirasi rakyat. Harus dibuka, harus didengar dengan hati. Itu tugas konstitusional mereka,” tegasnya.
Melkias mengapresiasi hubungan kerja yang selama ini terjalin baik antara lembaga adat, kepala suku, bersama Kapolda Papua Tengah dan Kapolres Nabire* dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah yang mencakup 8 kabupaten: Deiyai, Paniai, Puncak Jaya, Puncak, Intan Jaya, Dogiyai, Mimika, dan Nabire sebagai Ibu Kota Provinsi.
Ia mendorong agar koordinasi tersebut terus diperkuat oleh semua pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Papua Tengah, 8 Pemerintah Kabupaten, DPR, dan MRP.
Di akhir pernyataannya, Melkias merekomendasikan agar pemerintah hadir sebagai “wakil orang tua” yang mengayomi seluruh dinamika sosial di masyarakat.
“Pemerintah wajib hadir dan mengayomi. Pastikan semua kegiatan berjalan lancar, aman, dan tertib. Mari kita jaga Papua Tengah dengan cara-cara damai,” tutupnya.
[Reporter : JK Agamomaida]


0 Komentar