Nabire - Atensinews.co.
Kepala Suku Mee Papua Tengah, Melkias Muyapa, S.IP, menyoroti pentingnya percepatan penyelesaian berbagai persoalan yang terjadi di Papua Tengah dalam beberapa hari terakhir. Hal itu disampaikannya menyikapi kedatangan _Menteri Hak Asasi Manusia RI, Natalius Pigai_ dalam momen peringatan _HUT RI ke-80, 17 Agustus 2026_.
Menurut Melkias, kehadiran Menteri HAM yang merupakan putra daerah Papua lebih memahami kondisi sosial masyarakat saat ini, masa kini, dan tantangan yang akan datang.
“Kita merasa Bapak Menteri HAM Natalius Pigai lebih tahu persis tentang kehidupan sosial masyarakat di tanah ini. Karena beliau putra daerah, kami berharap beliau bisa menjadi jembatan untuk menyelesaikan persoalan yang ada,” kata Melkias melalui telepon seluler kepada media di Nabire, _Selasa [18/8/2026]_.
Melkias mengatakan, selama ini berbagai aspirasi masyarakat telah disampaikan kepada _DPR, MRP, dan Pemerintah_. Untuk itu ia meminta pemerintah membuka diri dan menindaklanjuti kemauan serta harapan masyarakat yang selama ini telah tertampung di lembaga legislatif dan adat.
Ia berharap Menteri HAM dapat menyampaikan secara serius kepada _Presiden Prabowo Subianto_ terkait persoalan kemanusiaan, krisis ekonomi, dan dinamika sosial yang terjadi di _8 kabupaten_ di Papua Tengah, yakni _Intan Jaya, Puncak, Deiyai, Dogiyai, Timika, Nabire, Paniai, dan satu kabupaten lainnya_.
Di akhir pernyataannya, Melkias mengajak seluruh masyarakat Provinsi Papua Tengah untuk tetap menjaga kesehatan, keselamatan, dan memperbaiki kehidupan sosial dengan langkah-langkah persuasif dan kondusif.
“Baik antara masyarakat, pihak keamanan, pemerintah, DPR, MRP, maupun lembaga adat. Mari kita bersama-sama menciptakan Papua Tengah sebagai zona damai.
Kepala Suku Mepago berharap kerja sama dengan pihak keamanan dalam hal ini Kapolda, Kapolres, Pemerintah serta DPR dan MRP sangat penting ke depan untuk menciptakan tanah Papua Tengah sebagai daerah zona kedamaian dan tenteram. Sehingga kami butuh kerja sama yang baik dari semua pihak,” tutupnya.
[Reporter: Jk Aga Momaida]


0 Komentar