Tiga Bulan Terkunci, Kantor Balai Adat Koto Nan Ompek Akan Dibuka dan Dibersihkan

Payakumbuh - Atensinews.co.

Kantor Balai Adat Nagari Koto Nan Ompek yang telah terkunci rapat selama lebih dari tiga bulan, akhirnya akan dibuka kembali. Langkah ini diambil secara pribadi oleh Tuo Balai Dalam Daerah Koto Nan Ompek, Datuak Bangso Dirajo Nan Hitam, guna melakukan pembersihan dan perawatan ruangan sebelum nantinya digunakan kembali untuk kegiatan adat.
 
Selama ini, kantor balai adat tersebut dikunci atas dasar kesepakatan bersama seluruh elemen adat di nagari. Namun seiring berjalannya waktu, bangunan dan ruangan di dalamnya perlu dirawat agar tidak rusak dan tetap layak digunakan.
 
“Senin mendatang, saya akan membuka pintu kantor balai adat ini. Langkah ini saya ambil secara pribadi, demi kebaikan bersama. Sudah tiga bulan lebih pintu ini tertutup rapat, sudah selayaknya kita bersihkan, rapikan, dan rawat agar tempat ini tetap terjaga kehormatannya,” ungkap Datuak Bangso Dirajo Nan Hitam.
 
Pembersihan kantor balai adat tersebut nantinya akan diikuti dan dibantu oleh sejumlah anak nagari dari Koto Nan Ompek, yang turut berperan serta dalam menjaga dan merawat tempat yang menjadi simbol kebersamaan ini.
 
Menurutnya, balai adat adalah rumah bersama seluruh warga dan warisan leluhur yang harus dijaga keberadaannya. Meskipun sempat dikunci karena kesepakatan bersama, kebersihan dan kelayakan bangunan tidak boleh diabaikan begitu saja.
 
“Balai adat adalah jantung kehidupan adat kita. Biarpun sementara waktu kita tutup, bukan berarti kita membiarkannya terbengkalai. Langkah pembersihan ini awalnya hanya untuk merawat tempat ini, dengan bantuan anak nagari semoga pekerjaan ini berjalan lancar dan nantinya balai ini bisa kembali menjadi tempat berkumpul yang layak bagi niniak mamak dan seluruh warga,” tambahnya.
 
Rencana pembukaan dan pembersihan ini dijadwalkan berlangsung pada hari Senin, dalam suasana kekeluargaan dan semangat gotong royong. Datuak Bangso Dirajo Nan Hitam berharap langkah ini menjadi awal baik, serta mendapat dukungan dan pengertian dari seluruh tokoh adat dan masyarakat Koto Nan Ompek.
 
( Aweng )

0 Komentar