Payakumbuh - Atensinews.co.
Sikap yang dinilai kurang santun dan tidak mencerminkan nilai kesopanan serta ajaran agama ditunjukkan oleh Kepala Sekolah SD Negeri 53 Payakumbuh, Rusmiati. Ia menjadi sorotan warga setelah diduga tidak menjawab ucapan salam Assalamualaikum yang disampaikan oleh salah seorang warga melalui pesan singkat.
Kejadian ini bermula ketika warga tersebut hendak menyampaikan suatu keperluan, lalu mengawali komunikasi dengan mengirimkan pesan salam sebagaimana kebiasaan umum di masyarakat. Namun, alih-alih mendapat jawaban salam, pesan itu sama sekali tidak dibalas. Bahkan ketika warga mencoba menghubungi melalui telepon sebanyak tiga kali, panggilan itu tidak pernah diangkat.
Ketika akhirnya ada tanggapan, jawaban yang disampaikan justru dinilai tidak masuk akal dan tetap tidak menjawab salam yang telah dikirimkan.
“Yang membuat heran, sekadar mengucap dan menjawab salam saja tidak dilakukan. Padahal dalam ajaran Islam, siapa pun yang mengucapkan Assalamualaikum, wajib bagi yang mendengar atau membacanya menjawab dengan Waalaikumsalam. Bahkan adat pun mengajarkan hal itu sebagai tanda hormat,” ujar seorang tokoh masyarakat Payakumbuh saat dikonfirmasi, Sabtu (27/6/2026).
Ia menambahkan, aturan menjawab salam ini tidak hanya berlaku sesama umat Islam. Dalam kehidupan bermasyarakat, sudah menjadi kebiasaan baik bahwa jika ada yang menyapa dengan salam tersebut, meskipun berbeda keyakinan, tetap akan dijawab dengan hormat sebagai bentuk penghargaan.
“Kalau orang yang diketahui berbeda agama saja masih bisa menjawab salam dengan sopan, bagaimana bisa seorang yang mengaku beragama Islam, apalagi menjabat sebagai kepala sekolah yang menjadi teladan bagi murid dan lingkungan, justru mengabaikan salam itu? Rasanya ganjil dan sulit dimengerti,” sindirnya.
Sebagai pemimpin sekolah yang berada tepat di depan Kantor Wali Kota Payakumbuh, sosok Rusmiati seharusnya menjadi contoh nyata dalam menerapkan nilai-nilai kesopanan dan akhlak mulia. Sikap yang ditunjukkan ini dinilai tidak selaras dengan tugas mendidik generasi muda, yang mana pembentukan karakter dan budi pekerti menjadi bagian utama dari pendidikan.
“Kalau pemimpin sekolahnya saja tidak bisa menjawab salam, bagaimana ia mengajarkan murid-muridnya untuk menghormati orang lain dan menerapkan akhlak yang baik? Ini hal kecil, tapi maknanya sangat besar,” tegas tokoh masyarakat itu lagi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Kepala Sekolah SD Negeri 53 Payakumbuh terkait kejadian tersebut. Warga berharap hal ini menjadi pengingat, bahwa kedudukan dan jabatan tidak boleh membuat seseorang lupa pada adab dan ajaran agama yang dianutnya.
( Aweng )


0 Komentar