Puncak Jelajah Rupiah 2026: Sekda Gunungsitoli Ajak Masyarakat Rawat Rupiah Lewat 3D dan 5 Jangan

Keterangan : Sekda mengajak masyarakat untuk aktif merawat uang fisik dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta menerapkan gerakan 5 Jangan (Jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, dan dibasahi). (Dok/Istimewa).

Gunungsitoli – Atensinews.co.

Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Andhika Perdana Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE, menghadiri *Closing Ceremony* **Jelajah Rupiah Kepulauan Nias Tahun 2026** di Lapangan Merdeka Kota Gunungsitoli, Sabtu (25/7/2026). Acara ini menjadi puncak sekaligus penutup dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak 23 hingga 25 Juli 2026.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Kota Gunungsitoli, pimpinan Perangkat Daerah, instansi vertikal, pimpinan perbankan, Ketua DWP Kota Gunungsitoli Ny. Pitha Andhika Laoly, serta masyarakat Kota Gunungsitoli.

Sinergi Perkuat UMKM dan Digitalisasi Pembayaran

Dalam sambutannya, Sekda Andhika Perdana Laoly menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bank Indonesia Perwakilan Sibolga. Menurutnya, program ini tidak hanya menghadirkan layanan kas keliling di pelosok daerah, tetapi juga memberikan edukasi penting mengenai nilai strategis Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara melalui gerakan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Ia berharap sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, sektor perbankan, dan pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, digitalisasi transaksi, serta peningkatan daya saing UMKM di Kepulauan Nias.

Penyerahan Hadiah Ajang Kreatif dan Pesan Edukasi Rupiah

Momen penutupan ini juga dimeriahkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai kompetisi kreatif, di antaranya:
 * Lomba Desain Batik Nias
 * Lomba Fashion Show CBP Rupiah
 * Lomba Fashion Karnaval CBP Rupiah
 * Turnamen E-Sport CBP Rupiah

Mengakhiri arahannya, Sekda mengajak masyarakat untuk aktif merawat uang fisik dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta menerapkan gerakan 5 Jangan (Jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, dan dibasahi).

(Tim)

0 Komentar