Jakarta - Atensinews.co.
Langkah PROF. DRS. H. SAPARUDIN, M.T., PH.D memasuki Gedung Lemhanas RI pada Rabu pagi (17/7/2026) bukan hanya langkah seorang Walikota. Itu adalah langkah 220.000 warga Kota Pangkalpinang dan 1,5 juta masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menitipkan harapan.
Penunjukan langsung oleh Kementerian Dalam Negeri RI untuk mengikuti _Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah Angkatan III Tahun 2026_ bersama 24 Walikota lain se-Indonesia adalah pengakuan nasional atas kapasitas kepemimpinan beliau.
Program kolaborasi Lemhanas RI - Kemendagri RI - Purnomo Yusgiantoro Center yang berlangsung 15 Juli s.d 29 Juli 2026 ini menjadi panggung strategis bagi Prof. Saparudin untuk merumuskan masa depan Pangkalpinang.
3 MISI UTAMA YANG DIBAWA KE KPPD
Dalam perbincangan dengan awak media usai upacara, Prof. Saparudin membeberkan 3 misi besar yang akan beliau perjuangkan selama di Lemhanas:
1.Misi Ketahanan Kota dan Energi
Pangkalpinang adalah kota jasa dan pintu gerbang Babel. Kita tidak punya tambang besar, tapi kita punya SDM, kita punya jasa, kita punya pelabuhan. Saya ingin belajar bagaimana membangun ketahanan energi di tingkat kota. Bagaimana kita bisa mandiri listrik, bagaimana UMKM kita tidak terbebani biaya energi. Ini ilmu dari Purnomo Yusgiantoro Center yang wajib saya serap sedalam-dalamnya.
2.Misi Hilirisasi dan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal
Babel dikenal dengan timah, lada, dan lautnya. Tapi kita tidak boleh hanya jadi pengekspor bahan mentah. Di KPPD ini saya ingin mengkaji bagaimana kota bisa menjadi pusat hilirisasi. Bagaimana UMKM timah, kuliner, dan pariwisata kita naik kelas. Pangkalpinang harus jadi etalasenya.
3.Misi SDM Unggul dan Birokrasi Berintegritas
Pembangunan itu ujungnya ada di manusia. Saya ingin membawa pulang konsep bagaimana membangun ASN yang berintegritas, cepat, dan melayani. Bagaimana menciptakan generasi muda Babel yang siap bersaing di tingkat nasional.Ini sejalan dengan semangat Lemhanas tentang Bela Negara.
PANDANGAN MENDALAM : "KOTA ADALAH GARDA TERDEPAN KETAHAN NASIONAL
Prof. Saparudin juga menyampaikan pandangan filosofisnya tentang peran Walikota di era sekarang.
Dulu kita pikir ketahanan nasional itu urusannya TNI dan Polri di perbatasan. Sekarang tidak. Ketahanan nasional itu dimulai dari kota. Ketika harga sembako naik di pasar Pangkalpinang, itu urusan ketahanan. Ketika anak muda kita tidak punya kerja, itu urusan ketahanan. Ketika banjir dan rob datang, itu urusan ketahanan.
"Karena itu saya sangat berterima kasih kepada Bapak Mendagri dan Bapak Gubernur Lemhanas. KPPD ini membuka mata kami bahwa tugas Walikota jauh lebih berat dan lebih strategis dari yang kita bayangkan. Kami tidak hanya mengurus surat dan aspal. Kami mengurus masa depan bangsa, dimulai dari kota kami masing-masing."
SINERGI PUSAT DAERAH AKADEMISI
Kolaborasi dengan Purnomo Yusgiantoro Center* menjadi sorotan. Sebagai mantan Menteri ESDM dan ahli ketahanan energi, pemikiran Prof. Purnomo Yusgiantoro akan menjadi bekal penting bagi Prof. Saparudin.
"Saya sebagai akademisi, bertemu dengan para jenderal, para menteri, dan para pakar di Lemhanas. Ini ruang diskusi yang luar biasa. Saya ingin memastikan kebijakan energi nasional bisa diterjemahkan menjadi kebijakan yang nyata dan dirasakan di tingkat RT di Pangkalpinang," ujarnya.
DOA DAN DUKUNGAN PENUH DARI BUMI BERIBU
Berita ini langsung viral di grup-grup WhatsApp masyarakat Babel. KAMAKSI sebagai rumah besar mahasiswa dan masyarakat Babel menyatakan siap mengawal.
"Kami titipkan 3 hal kepada Pak Prof: Jaga kesehatan, serap ilmu sebanyak-banyaknya, dan jangan lupa bawa pulang oleh-oleh berupa program untuk rakyat. Kami di perantauan siap mendukung penuh, kata perwakilan KAMAKSI.
Tokoh masyarakat, akademisi, dan Forkopimda Babel juga menyampaikan doa agar beliau diberi kelancaran, kesehatan, dan kemudahan selama 15 hari pendidikan.
ROADMAP PASKA KPPD 29 JULI 2026
Setelah penutupan pada 29 Juli 2026, Prof. Saparudin menargetkan
3 hal cepat:
1.Rembuk Kota : Mengumpulkan seluruh OPD, akademisi, dan tokoh masyarakat untuk menyebarluaskan hasil KPPD.
2.Paket Kebijakan Strategis: Merumuskan 5 kebijakan prioritas Pangkalpinang berbasis hasil Lemhanas untuk diajukan ke APBD.
3.Jejaring Nasional : Menjalin komunikasi dengan 24 Walikota lain untuk program kerja sama antar daerah.
Tanggal 29 Juli bukan akhir. Itu justru awal perjuangan kita yang baru. Ilmu yang kita dapat harus jadi kebijakan. Kebijakan harus jadi kesejahteraan," tutup Prof. Saparudin dengan mantap.
Dengan semangat “Berjuang Tanpa Batas, Kemenangan Tiada Akhir” dan “Allahu Akbar”, masyarakat Pangkalpinang dan Bangka Belitung menaruh harapan besar. Semoga dari Lemhanas ini lahir kebijakan-kebijakan yang membuat Pangkalpinang semakin Maju, Sejahtera, dan Bermartabat.
AR


0 Komentar