Kasatpol-PP diduga Infiltrasi Akun Resmi Pemerintah Kota Payakumbuh

Payakumbuh - Atensinews.co.

Setidaknya 3 hari ini mulai Sabtu 25/7 hingga Senin 27/7 berseliweran Postingan di Medsos (FB, IG dan Tiktok) dengan Narasi-narasi Pembenaran (belum tentu kebenaran.red) menghujani ruang-ruang digital Warga Kota Payakumbuh.

Bahkan Akun resmi Media Sosial Pemerintah Kota Payakumbuh turut serta memposting Opini Pembelaan Kasatpol PP Payakumbuh Dewi Novita.

Padahal Akun resmi Pemerintah Kota Payakumbuh yang dibuat sejak September 2015 tersebut biasanya hanya memposting Kegiatan-kegiatan seremonial Pemerintah Kota, Walikota dan Wakil Walikota.

Oleh Walikota sebelumnya (RF) akun resmi Pemerintah Kota Payakumbuh dimaksudkan sebagai media informasi resmi dalam melaporkan kegiatan-kegiatan Pemerintahan kepada segenap Warga Kota Payakumbuh.

Tujuan lain Akun resmi ini dibuat (11 tahun lalu) tentunya untuk menyajikan Transparansi dan Akuntabilitas dalam bentuk Informasi yang bisa dipertanggung jawabkan.

Kode Penulis (MC) disetiap Postingan sebagai Penanda legitimasi bahwa Itu adalah Media Center (Humas) dibawah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Payakumbuh.

Namun entah siapa yang melakukan operasi intelijen (Infiltrasi) ke Akun resmi tersebut, hingga sebuah Narasi  Pembelaan berstektur (berbau) Opini tanpa klarifikasi di Posting Akun resmi Pemerintah Kota Payakumbuh pada Minggu Malam 26/7 sekira Pukul 20.30 WIB.

Judul postingan Akun Pemerintah Kota Payakumbuh sebagai berikut : "Satpol PP Payakumbuh Tegaskan Patroli di Jalan Imam Bonjol Bersifat Persuasif".

Narasi 14 Alinea dalam Postingan terlihat betul adalah Opini pembelaan Pribadi Kasat Pol PP Dewi Novita yang "mengepung" 2 Pedagang kecil (UMKM) di Pinggiran Kota.

"MC....Opini banget...heee" sentil Hpylmk dalam salah satu komen.

"Masyarakat nan maa lah nan malapor?..dst..(Masyarakat mana yang melapor?)" komen akun DA.

"Dimedia manih keceknyo, dilapangan bantuak ka dimakannyo urang manggaleh sadonyo (dimedia bagus, tapi dilapangan kasar?)" Tulis PF.

"Jalan Sudirman Tante..yang disilau..malahan seperti dikasih ijin...Tante kenapa sepertinya takut mulai simpang bunian..depan Ramayana sampai simpang benteng Tante biarkan (Jalan sudirman dan lain-lain kenapa dibiarkan..dst..)" celetuk akun AKP.

4 Komen tersebut  mewakili 63 komen lain yang turut berpartisipasi dalam Postingan Akun Pemerintah Kota Payakumbuh tersebut.

Narasi persuasif yang coba dibangun Kasatpol-PP dalam Akun Pemko Payakumbuh terlihat sekali seperti bangunan rapuh yang didirikan diatas lahan yang miring?

Persuasif adalah sifat atau bentuk komunikasi yang bertujuan untuk mengajak, membujuk, atau meyakinkan orang lain secara halus agar mau mengikuti pandangan atau melakukan suatu tindakan tertentu.

Bukankah itu bertolak belakang dan tidak masuk akal dengan narasi persuasif yang digaungkan?, padahal apa yang disemburkan Kasatpol-PP saat Razia rutin adalah kata-kata yang ngotot, ngawur dan tajam melukai hati Pedagang?

Dan tidak bisa tidak Pembelaan diri Kasatpol PP hanyalah Narasi Sumir seraya menyembunyikan kebohongan beraroma "kekerasan verbal" (kata-kata kasar) didepan warga Kota?

Dan Konyolnya Pemerintah Kota Payakumbuh secara keseluruhan seakan pasrah saja diseret Kasatpol-PP untuk membela dirinya?

Fakta yang tidak bisa dibantah bahwa Kasatpol-PP Payakumbuh yang bertindak secara "arogan" dengan dalih Penegakkan Perda No.1 tahun 2022 tentang Trantibum telah dibully habis-habisan oleh Netizen di seantero jagat.

Hebatnya Kasatpol-PP ini bukannya meminta maaf kepada warga, namun dengan tak tahu malu menggunakan Akun resmi Pemerintah Kota Payakumbuh sebagai tameng pembenaran untuk membelah Opini Publik terhadap dirinya.

Sampai berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Payakumbuh.

( Tim )

0 Komentar