![]() |
| Ketua DPC PPN Kota Gunungsitoli Nota Ziliwu |
GUNUNGSITOLI,
ATENSINEWS.co – Dewan Pimpinan Cabang (DPC)
Pemuda Peduli Nias (PPN) Kota Gunungsitoli mengusulkan agenda 100 Hari Kerja Gubernur Sumatera Utara di
Kepulauan Nias sebagai peta jalan percepatan pembangunan kawasan
kepulauan. Usulan tersebut disampaikan menyusul komitmen Gubernur Sumatera
Utara Bobby Nasution untuk berkantor di Kepulauan Nias guna mempercepat
pembangunan dan memangkas kesenjangan antarwilayah.
Berdasarkan pemberitaan Tribun Medan, Bobby Nasution dijadwalkan mulai berkantor di Kepulauan Nias pada Rabu (15/7/2026). Program tersebut merupakan bagian dari komitmen saat kampanye, di mana gubernur dan wakil gubernur bergantian berkantor di Kepulauan Nias untuk mempercepat pembangunan dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Dilansir dari media medan.tribunnews.com,
Senin (13/7/2026), Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dijadwalkan mulai
berkantor di Kepulauan Nias pada Rabu (15/7/2026). Program
tersebut merupakan salah satu janji politik Bobby Nasution dan Wakil Gubernur
Surya saat kampanye, dengan skema gubernur dan wakil gubernur bergantian
berkantor di Kepulauan Nias selama tiga bulan untuk mempercepat penyelesaian
berbagai persoalan pembangunan dan memangkas kesenjangan antarwilayah.
Ketua
DPC PPN Kota Gunungsitoli, Nota Ziliwu, mengatakan kehadiran gubernur di
Kepulauan Nias merupakan momentum strategis yang harus dimanfaatkan untuk
menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang selama ini menghambat
pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Keputusan
Gubernur berkantor di Kepulauan Nias memiliki makna strategis karena
memperpendek rentang kendali pemerintahan sekaligus mempercepat proses
pengambilan keputusan. Momentum ini harus menghasilkan kebijakan yang terukur,
bukan hanya menjadi simbol kehadiran pemerintah di daerah," kata Nota
Ziliwu, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya,
PPN mengusulkan delapan agenda prioritas yang perlu menjadi fokus selama 100
hari kerja gubernur di Kepulauan Nias agar dampaknya dapat dirasakan langsung
oleh masyarakat.
Prioritas
pertama adalah percepatan penyelesaian pembangunan dan rehabilitasi seluruh
ruas jalan provinsi yang menghubungkan lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias.
Infrastruktur jalan dinilai menjadi faktor utama dalam menurunkan biaya
logistik, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta
meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Agenda
kedua ialah percepatan pembangunan dan rehabilitasi jembatan strategis yang
menjadi penghubung aktivitas ekonomi masyarakat. Menurut PPN, keberadaan
jembatan yang layak akan meningkatkan mobilitas orang dan barang sekaligus
memperkuat akses menuju sentra produksi.
Selanjutnya,
PPN mendorong percepatan pengembangan infrastruktur pelabuhan laut sebagai pintu
masuk logistik dan distribusi barang menuju Kepulauan Nias. Organisasi tersebut
menilai biaya logistik yang masih tinggi menjadi salah satu penyebab mahalnya
harga kebutuhan pokok dan rendahnya daya saing produk lokal.
Di
sektor energi, PPN meminta pemerintah memperkuat keandalan pasokan listrik agar
mampu menopang pertumbuhan investasi, industri kecil, pelaku UMKM, hingga
sektor pariwisata yang terus berkembang.
Selain
itu, PPN juga menyoroti pentingnya pemerataan akses air bersih, khususnya di
desa-desa yang hingga kini masih mengalami keterbatasan pelayanan dasar.
Menurut Nota Ziliwu, penyediaan air bersih merupakan indikator penting dalam
meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
PPN
turut mendorong peningkatan kualitas jaringan telekomunikasi dan akses internet
di seluruh wilayah Kepulauan Nias. Di era transformasi digital, kata Nota,
akses internet yang memadai tidak lagi menjadi kebutuhan pelengkap, melainkan
bagian dari infrastruktur dasar yang menentukan daya saing daerah.
"Transformasi
digital tidak akan berjalan apabila masih terdapat wilayah yang mengalami blank
spot atau kualitas jaringan yang rendah. Pemerataan akses telekomunikasi harus
menjadi bagian dari agenda percepatan pembangunan Kepulauan Nias,"
ujarnya.
Di
bidang kesehatan, PPN mengusulkan penguatan kapasitas rumah sakit rujukan,
pemerataan tenaga medis spesialis, serta peningkatan sarana dan prasarana
layanan kesehatan. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak lagi
bergantung pada rujukan ke luar Pulau Nias untuk memperoleh pelayanan kesehatan
tertentu.
Sementara
di sektor pendidikan, PPN mendorong peningkatan kualitas infrastruktur sekolah,
pemerataan tenaga pendidik, serta penguatan pendidikan vokasi yang selaras
dengan potensi unggulan Kepulauan Nias, seperti sektor kelautan, perikanan,
pertanian, dan pariwisata.
Nota
Ziliwu menegaskan bahwa delapan agenda tersebut merupakan investasi pembangunan
jangka panjang yang saling berkaitan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur
harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan publik agar mampu
mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menekan angka kemiskinan.
"Kami
melihat Kepulauan Nias sedang berada pada momentum penting. Kehadiran gubernur
di daerah harus dimanfaatkan untuk melahirkan terobosan kebijakan yang
berdampak langsung terhadap masyarakat. Ukuran keberhasilannya bukan hanya
jumlah kunjungan kerja, tetapi seberapa banyak persoalan strategis yang
berhasil diselesaikan," katanya.
PPN
juga mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyusun indikator
kinerja yang dapat diukur selama gubernur berkantor di Kepulauan Nias, termasuk
target penyelesaian proyek strategis, peningkatan akses layanan dasar,
penurunan biaya logistik, serta percepatan investasi daerah.
"Selama
ini masyarakat sering menilai pembangunan dari proyek yang terlihat. Padahal
yang lebih penting adalah perubahan indikator kesejahteraan. Karena itu, kami
berharap program berkantor di Kepulauan Nias menjadi awal lahirnya model
pembangunan yang berbasis target, evaluasi, dan hasil yang dapat dirasakan
masyarakat," ujar Nota Ziliwu.
PPN menegaskan siap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan menyampaikan gagasan, hasil kajian, dan aspirasi masyarakat guna memastikan momentum percepatan pembangunan di Kepulauan Nias benar-benar menghasilkan perubahan yang berkelanjutan. (YH)


0 Komentar