Organisasi BMP (Barisan Merah Putih) Nias Selatan Kunjungi Keluarga Sekaligus Serahkan Tali Kasih Kepada Orang Tua Korban Agnis Jance Zebua ‎

Nias Utara - Atensinews.co.

‎Bentuk kepedulian terhadap keluarga almarhumah Agnis Jance Zebua kembali ditunjukkan oleh organisasi BMP Nias Selatan yg dibina oleh (Dr.Yasatulõ Lase.,SE.,MA.,MAP.,CPHRM.,HRBP.,HRMP) / alias Ama Ian Lase. Melalui utusannya yang terdiri dari Yostinus Hulu alias Ama Lois Hulu, Ama Fengky Mendofa, dan sejumlah rekan lainnya, tanda kasih diserahkan langsung kepada keluarga almarhumah di Desa Hilina'a, Kecamatan Alasa Talumuzöi, Kabupaten Nias Utara.

‎Kunjungan tersebut dilakukan sebagai wujud empati dan dukungan moril kepada keluarga yang hingga saat ini masih berduka dan menghadapi berbagai kesulitan pasca meninggalnya Agnis Jance Zebua, Rabu (03/06/2926).

‎Kedatangan rombongan disambut dengan penuh haru oleh keluarga korban. Orang tua almarhumah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Yasatulõ Lase melalui para utusannya.

‎"Kami sangat berterima kasih atas tali kasih yang kami terima melalui utusan Bapak Yasatulõ Lase. Semoga Tuhan membalas segala kebaikan bapak-bapak semuanya. Kami tidak memiliki apa pun untuk membalas waktu, materi, dan tenaga yang telah diberikan untuk melihat keadaan kami saat ini," ungkap keluarga.

‎Dalam kesempatan itu, ayah almarhumah, Tolosokhi Zebua alias Ama Dance Zebua, kembali menyuarakan harapannya agar aparat penegak hukum segera mengungkap kasus yang menimpa putrinya dan menemukan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

‎"Saya sebagai orang tua Agnis Jance Zebua sangat berharap pelaku pembunuhan anak kami segera ditemukan, termasuk siapa pun yang menjadi dalang atau otak di balik peristiwa ini. Hingga saat ini kami belum berani pulang ke rumah karena masih merasa takut sebelum pelaku ditemukan," ujarnya.

‎Menurutnya, kondisi yang dialami keluarga saat ini sangat memprihatinkan. Demi alasan keamanan, mereka terpaksa meninggalkan rumah dan belum dapat mengambil barang-barang yang masih tertinggal di sana.

‎"Anak-anak kami minggu depan tidak bisa mengikuti ujian kenaikan kelas karena pakaian dan seluruh barang-barang kami masih tertinggal di rumah. Kami belum bisa mengambilnya karena takut untuk kembali sebelum pelaku ditemukan," katanya dengan nada sedih.

‎Ia juga mengungkapkan bahwa keluarga saat ini tinggal sementara di rumah kerabat karena tidak berani kembali ke kediaman mereka sendiri.

‎"Rumah yang kami tempati sekarang bukan rumah kami, melainkan rumah ponakan kami. Mereka merasa kasihan dengan keadaan kami sehingga memperbolehkan kami tinggal sementara di sana," tambahnya.

‎Keluarga berharap proses penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian dapat segera membuahkan hasil sehingga pelaku dapat ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Mereka juga berharap dapat kembali hidup dengan tenang, aman, dan melanjutkan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

‎Kepedulian yang ditunjukkan berbagai pihak, termasuk Yasatulõ Lase dan para relawannya, diharapkan dapat menjadi penguat bagi keluarga korban dalam menghadapi masa-masa sulit, sekaligus menjadi dorongan bagi terwujudnya keadilan bagi almarhumah Agnis Jance Zebua.

‎(Y.hulu)

0 Komentar