Jembatan Bailey Sungai Fauro Faete Hampir Rampung, Akses Warga Nias Utara Segera Pulih

 

Foto: Personel gabungan TNI melanjutkan proses perakitan dan pemasangan gelagar Jembatan Bailey di atas Sungai Fauro Faete, Desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namohalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara, Selasa (9/6/2026).

NIAS UTARA, ATENSINEWS.co – Pembangunan Jembatan Bailey di Sungai Fauro Faete, Desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namohalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara, terus dikebut personel gabungan TNI. Hingga Selasa (9/6/2026), progres pembangunan jembatan modular tersebut telah mencapai 80 persen.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejak pagi hari personel gabungan melaksanakan apel sebelum melanjutkan pekerjaan utama berupa perakitan dan pemasangan gelagar jembatan modular sepanjang 24 meter. Aktivitas berlangsung di tengah medan yang cukup menantang dengan tetap mengedepankan aspek keamanan kerja dan percepatan penyelesaian konstruksi.

Jembatan Bailey yang dibangun di atas aliran Sungai Fauro Faete itu menjadi salah satu infrastruktur vital yang diharapkan dapat membuka kembali konektivitas masyarakat di wilayah pedalaman Namohalu Esiwa. Kehadiran jembatan ini dinilai strategis untuk memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan melibatkan kekuatan personel gabungan sebanyak 36 orang. Unsur pelaksana terdiri dari personel Koramil 07/Alasa sebanyak dua personel, Yon TP 906 sebanyak 20 personel, Yon TP 908 sebanyak 10 personel, satu operator alat berat dari Yon TP 901, serta dua personel dari Zipur 1. Pengerjaan juga mendapat dukungan masyarakat setempat.

Di lokasi pekerjaan, satu unit excavator dikerahkan untuk mendukung proses konstruksi, disertai berbagai peralatan lapangan seperti cangkul, sekop, tembilang, gerinda, mesin molen, hingga perlengkapan pendukung lainnya guna mempercepat tahapan pemasangan struktur jembatan.

Personel TNI tampak bekerja secara gotong royong, mulai dari proses pengangkatan material, penyambungan rangka baja, hingga penyesuaian posisi gelagar agar presisi dengan struktur penyangga jembatan. Kondisi cuaca yang mendukung membuat pekerjaan dapat berlangsung sesuai target harian.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan akses transportasi masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan infrastruktur akibat kondisi geografis dan kerusakan akses penghubung.

Hingga saat ini, situasi di lokasi pembangunan berlangsung aman dan terkendali tanpa kendala menonjol. TNI menargetkan proses penyelesaian jembatan dapat segera rampung agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat sekitar.

(Nota Ziliwu)

0 Komentar