Jembatan Aramco Sungai Taoge’e Rampung, Warga Balale Tobaa Tak Lagi Bertaruh Nyawa Lewati Jalur Pantai

 

Foto : Warga Desa Balale Tobaa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan jajaran TNI AD atas rampungnya pembangunan Jembatan Aramco di Sungai Taoge’e II, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, Jumat (12/6/2026).

NIAS, ATENSINEWS.co - Personel Satuan Tugas (Satgas) Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat menuntaskan pembangunan Jembatan Aramco di Sungai Taoge’e II, Desa Balale Tobaa, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, Jumat (12/6/2026). Rampungnya infrastruktur penghubung itu disambut sukacita warga yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses, terutama menuju sekolah dan pusat aktivitas ekonomi.

Jembatan yang dibangun di wilayah terpencil tersebut dinilai menjadi jawaban atas kesulitan masyarakat yang selama ini harus melewati jalur pesisir pantai dengan risiko tinggi, terutama ketika cuaca buruk dan gelombang laut meningkat.

Kepala Desa Balale Tobaa, Daniel Lafau, mengatakan sebelum jembatan dibangun, mobilitas warga kerap terhambat. Guru, pelajar, hingga masyarakat umum harus menempuh jalur alternatif yang tidak aman untuk dapat mencapai tujuan.

“Selama ini masyarakat kesulitan beraktivitas, khususnya guru SD dan anak-anak sekolah. Kami terpaksa melintasi jalur pantai dengan mempertimbangkan kondisi ombak dan cuaca. Situasi itu tentu tidak aman dan sering menghambat kegiatan masyarakat,” kata Daniel di sela peninjauan jembatan, Jumat.

Menurut dia, kehadiran Jembatan Aramco telah mengubah kondisi tersebut. Akses masyarakat kini lebih mudah, aman, dan dapat dilalui tanpa bergantung pada kondisi alam sebagaimana sebelumnya.

“Sekarang kami merasa sangat terbantu. Kehadiran jembatan ini memberikan rasa aman dan mempermudah aktivitas masyarakat, terutama bagi guru dan anak-anak sekolah,” ujarnya.

Tak hanya menunjang akses pendidikan, keberadaan jembatan juga diyakini akan menggerakkan roda perekonomian desa. Selama ini, warga mengaku mengalami kesulitan mengangkut hasil pertanian akibat terbatasnya akses kendaraan menuju wilayah mereka.

Seorang warga mengungkapkan, sebelum jembatan dibangun, kendaraan roda empat tidak dapat menjangkau area permukiman maupun lahan pertanian. Bahkan kendaraan roda dua milik warga kerap mengalami kerusakan akibat medan yang sulit dilalui.

“Dulu hasil panen seperti jagung susah dijual karena mobil tidak bisa masuk. Motor juga sering rusak karena jalan buruk. Sekarang jembatan ini sangat membantu, termasuk untuk kebutuhan ekonomi keluarga dan pendidikan anak-anak,” ujarnya.

Daniel juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan TNI atas pembangunan infrastruktur yang dinilai memberi dampak langsung bagi masyarakat pedesaan. Ia berharap program serupa terus dilanjutkan, khususnya di wilayah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan akses.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, serta jajaran TNI AD atas perhatian kepada masyarakat Desa Balale Tobaa. Kami berharap pembangunan seperti ini dapat terus berlanjut demi kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Pembangunan Jembatan Aramco menjadi bagian dari program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat yang difokuskan pada percepatan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah yang sulit dijangkau. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas pendidikan, mempermudah distribusi hasil pertanian, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa Balale Tobaa dan sekitarnya.

(Nota Ziliwu)

0 Komentar