Jembatan yang
dibangun di wilayah terpencil tersebut dinilai menjadi jawaban atas kesulitan
masyarakat yang selama ini harus melewati jalur pesisir pantai dengan risiko
tinggi, terutama ketika cuaca buruk dan gelombang laut meningkat.
Kepala Desa Balale
Tobaa, Daniel Lafau, mengatakan sebelum jembatan dibangun, mobilitas warga
kerap terhambat. Guru, pelajar, hingga masyarakat umum harus menempuh jalur
alternatif yang tidak aman untuk dapat mencapai tujuan.
“Selama ini
masyarakat kesulitan beraktivitas, khususnya guru SD dan anak-anak sekolah.
Kami terpaksa melintasi jalur pantai dengan mempertimbangkan kondisi ombak dan
cuaca. Situasi itu tentu tidak aman dan sering menghambat kegiatan masyarakat,”
kata Daniel di sela peninjauan jembatan, Jumat.
Menurut dia,
kehadiran Jembatan Aramco telah mengubah kondisi tersebut. Akses masyarakat
kini lebih mudah, aman, dan dapat dilalui tanpa bergantung pada kondisi alam
sebagaimana sebelumnya.
“Sekarang kami
merasa sangat terbantu. Kehadiran jembatan ini memberikan rasa aman dan
mempermudah aktivitas masyarakat, terutama bagi guru dan anak-anak sekolah,”
ujarnya.
Tak hanya menunjang
akses pendidikan, keberadaan jembatan juga diyakini akan menggerakkan roda
perekonomian desa. Selama ini, warga mengaku mengalami kesulitan mengangkut
hasil pertanian akibat terbatasnya akses kendaraan menuju wilayah mereka.
Seorang warga
mengungkapkan, sebelum jembatan dibangun, kendaraan roda empat tidak dapat
menjangkau area permukiman maupun lahan pertanian. Bahkan kendaraan roda dua
milik warga kerap mengalami kerusakan akibat medan yang sulit dilalui.
“Dulu hasil panen
seperti jagung susah dijual karena mobil tidak bisa masuk. Motor juga sering
rusak karena jalan buruk. Sekarang jembatan ini sangat membantu, termasuk untuk
kebutuhan ekonomi keluarga dan pendidikan anak-anak,” ujarnya.
Daniel juga
menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan TNI atas pembangunan
infrastruktur yang dinilai memberi dampak langsung bagi masyarakat pedesaan. Ia
berharap program serupa terus dilanjutkan, khususnya di wilayah terpencil yang
masih menghadapi keterbatasan akses.
“Kami menyampaikan
terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,
serta jajaran TNI AD atas perhatian kepada masyarakat Desa Balale Tobaa. Kami
berharap pembangunan seperti ini dapat terus berlanjut demi kesejahteraan
masyarakat,” ucapnya.
Pembangunan Jembatan Aramco menjadi bagian dari program
Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat yang difokuskan pada percepatan pembangunan
infrastruktur dasar di wilayah yang sulit dijangkau. Kehadiran jembatan
tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar
aktivitas pendidikan, mempermudah distribusi hasil pertanian, sekaligus
meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa Balale Tobaa dan sekitarnya.
(Nota
Ziliwu)


0 Komentar