Jembatan Aramco di Moro’o Rampung, Warga Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden Prabowo dan TNI AD

 

Pembangunan Jembatan Aramco yang melintasi Sungai Famolo, di Desa Siduahili, Kecamatan Moro’o, Kabupaten Nias Barat, akhirnya rampung 100 persen.

NIAS BARAT, ATENSINEWS.co – Program pembangunan infrastruktur pedesaan melalui Karya Bakti TNI kembali memberi dampak nyata bagi masyarakat di wilayah terpencil. Pembangunan Jembatan Aramco yang melintasi Sungai Famolo, di Desa Siduahili, Kecamatan Moro’o, Kabupaten Nias Barat, akhirnya rampung 100 persen dan kini berdiri lebih kuat serta kokoh untuk menunjang aktivitas warga.

Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan oleh jajaran Koramil 08/Mandrehe bersama personel TNI lintas satuan di bawah koordinasi Kodim 0213/Nias sebagai bagian dari pengabdian TNI AD dalam mendukung program pemerintah meningkatkan konektivitas wilayah pedesaan.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (8/6/2026), personel melaksanakan tahapan akhir berupa pekerjaan plesteran sebagai penyempurnaan konstruksi jembatan. Dengan bentangan sepanjang tujuh meter dan melintasi sungai selebar empat meter, jembatan ini menjadi akses vital yang menghubungkan mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial warga Desa Siduahili.

Sebanyak 19 personel gabungan diterjunkan dalam pembangunan tersebut, terdiri dari 15 personel Yonif TP, dua personel Kodim, dan dua personel Zipur. Seluruh rangkaian pekerjaan berjalan aman dan terkendali hingga proyek dinyatakan selesai.

Penjabat Kepala Desa Siduahili, Safirudin Gulo, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas hadirnya pembangunan yang dinilai sangat membantu masyarakat.

“Kami atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Desa Siduahili mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, atas perhatian melalui program TNI AD ini. Jembatan Aramco yang sebelumnya kurang memadai, kini telah dibangun lebih kuat dan kokoh sehingga masyarakat merasa lebih aman saat melintas,” ujar Safirudin.

Ia mengatakan, keberadaan jembatan tersebut selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, terutama saat musim hujan ketika debit air Sungai Famolo meningkat dan menghambat aktivitas warga.

“Sekarang akses masyarakat menjadi jauh lebih baik. Anak-anak sekolah, petani, hingga warga yang membawa hasil kebun tidak lagi khawatir saat melintas. Ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir hingga pelosok desa,” katanya.

Senada dengan itu, seorang tenaga pendidik di wilayah tersebut, Veronika Gsantiria Daeli, SGA, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden dan jajaran TNI Angkatan Darat atas pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap dunia pendidikan.

“Kami para guru sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto dan seluruh jajaran TNI AD. Dengan jembatan yang lebih baik dan kokoh ini, akses anak-anak menuju sekolah menjadi lebih aman dan nyaman. Ini tentu sangat membantu kelancaran pendidikan di desa kami,” tutur Veronika.

Menurut dia, keberadaan infrastruktur yang layak merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah pedesaan, terutama dalam menjamin keselamatan peserta didik saat berangkat ke sekolah.

Rampungnya pembangunan Jembatan Aramco di Sungai Famolo menjadi simbol sinergi antara pemerintah pusat dan TNI dalam memperkuat pembangunan desa. Kehadiran infrastruktur yang lebih kuat dan tahan lama diharapkan tidak hanya memperlancar akses masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga di wilayah terpencil Kepulauan Nias.

(Nota Ziliwu)

0 Komentar