Sigi – Atensinews.co.
Sebanyak 450 personel TNI diterjunkan untuk membantu penanganan dampak gempa bumi yang melanda wilayah Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, serta beberapa wilayah terdampak di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Hal tersebut disampaikan oleh Perwira TNI Kapten Infantri ARNOL PARETTA yang Bertindak Sebagai Pasi OPS Dan juga Merupakan Danramil 1306 - 01 Palu Barat Operasi kemanusiaan di lokasi bencana saat diwawancarai oleh jurnalis AtensiNews.Co, Marwan Abubakar, di Desa Kamarora dan wilayah terdampak lainnya.
Personel yang terlibat berasal dari berbagai satuan, di antaranya Kodam XXIII Palaka Wira, Korem 132/Tadulako, Kodim 1306 Kota Palu, /Brigif 30, serta Batalyon 873.
"Jumlah personel yang kami kerahkan sekitar 450 orang yang tersebar di wilayah Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong yang terdampak gempa," ujarnya.
Dari total personel tersebut, sekitar 300 orang ditempatkan di wilayah Kecamatan Nokilalaki Desa Kamarora A Dan B Kabupaten Sigi, yang merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerusakan cukup signifikan. Sementara sekitar 150 personel lainnya bertugas di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.
Dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan ini, TNI juga mengerahkan para Babinsa dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah untuk memperkuat upaya penanganan bencana dan membantu masyarakat yang terdampak.
Selain melakukan pembersihan puing-puing bangunan yang rusak akibat gempa, TNI juga mendirikan dapur lapangan guna memenuhi kebutuhan konsumsi warga dan personel di lapangan. Fasilitas tersebut disiapkan oleh satuan dari Kodam XXIII Palaka Wira.
"Kami juga menyiapkan mobil tangki air untuk melayani masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih pascagempa," jelasnya.
Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan bantuan makanan dapat langsung mendatangi dapur lapangan yang telah disediakan. Hingga saat ini, jumlah warga yang telah menerima layanan tersebut masih terus bertambah dan belum dapat dipastikan secara rinci.
Penanganan darurat bencana ini dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk pemerintah daerah dan unsur penanggulangan bencana.
Terkait masa tugas personel di lokasi bencana, pihak TNI menjelaskan bahwa pelaksanaan operasi kemanusiaan saat ini mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah yang menetapkan masa tanggap darurat mulai 16 hingga 23 Juni 2026.
"Untuk kelanjutan penugasan setelah tanggal 23 Juni, kami masih menunggu petunjuk dan keputusan dari pimpinan," pungkasnya.
Marwan


0 Komentar