Lampung Timur – Atensinews.co.
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Karya Basuki, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, menuai sorotan. Wali murid menilai menu yang dibagikan pada Selasa, 22 April 2026, tidak memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN).
Berdasarkan pantauan warga, menu MBG yang diterima anak-anak hanya terdiri dari kentang goreng, dua butir kelengkeng, dan satu potong tempe goreng. Menu tersebut dinilai tidak memenuhi unsur gizi seimbang dan kelayakan konsumsi bagi anak.
“Ini bukan sekadar soal rasa, ini menyangkut kesehatan anak-anak. Bagaimana mungkin makanan seperti ini dibagikan?” ujar salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Keluhan serupa tidak hanya terjadi di satu titik. Laporan warga menyebut menu tidak layak ini tersebar di berbagai titik penerima MBG, mulai dari jenjang TK, SDN, hingga Posyandu di wilayah Desa Karya Basuki.
Para orang tua juga menyoroti proses pengolahan makanan yang diduga dilakukan tanpa memperhatikan aspek higienitas dan keamanan pangan. Sorotan kini mengarah pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Karya Basuki selaku penyedia makanan.
Di sisi lain, publik mempertanyakan efektivitas pengawasan program. Warga menilai Satgas MBG, TNI/Polri, Puskesmas, serta tim ahli dari Badan Gizi Nasional (BGN) seharusnya memastikan makanan yang lolos distribusi telah memenuhi standar.
“Kami mendesak pengawasan dilakukan lebih ketat dan berkelanjutan. Jangan sampai ada korban baru bertindak. Ini menyangkut kesehatan generasi muda,” tegas warga lainnya.
Masyarakat meminta DPRD Kabupaten Lampung Timur dan Bupati Lampung Timur untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur-dapur MBG, khususnya di Kecamatan Waway Karya. Desakan serupa juga ditujukan kepada Forkopimcam Waway Karya.
Sebagai informasi, pelaksanaan Program MBG mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 serta pedoman teknis dari Badan Gizi Nasional yang mengatur standar kebersihan, keamanan, dan kelayakan makanan.
Jika keluhan ini terbukti, maka hal ini menjadi peringatan serius bahwa implementasi program di lapangan masih jauh dari standar yang telah ditetapkan.
(Tim)


0 Komentar