Payakumbuh – Atensinews.co.
Ratusan pedagang Blok Barat Pasar Ibuah, Payakumbuh, kembali menyuarakan penolakan keras terhadap rencana pemindahan lokasi usaha mereka ke lantai dua. Merasa kebijakan ini merugikan dan menindas, para pedagang menggelar aksi pengumpulan tanda tangan sebagai bukti ketidaksukaan mereka terhadap keputusan tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi penandatanganan petisi pernyataan sikap tersebut diikuti oleh kurang lebih 200 pedagang. Mereka secara bulat menyatakan "Tidak Setuju" dan menuntut agar rencana pemindahan ke lantai dua segera dibatalkan.
Para pedagang menilai bahwa perpindahan lokasi ke lantai dua akan berdampak fatal terhadap kelangsungan usaha mereka. Kekhawatiran utama meliputi prediksi penurunan drastis jumlah pengunjung serta aksesibilitas yang dinilai jauh kurang strategis dibandingkan posisi mereka saat ini.
"Kami merasa ditindas dengan adanya keputusan ini. Seluruh pedagang sepakat menolak untuk dipindahkan ke lantai dua. Sudah sekitar 200 lebih tanda tangan yang kami kumpulkan sebagai bukti penolakan kami. Intinya, kami menolak kebijakan ini jika tetap dipaksakan," tegas salah satu perwakilan pedagang.
Ketua POKJA Dukung Penuh Aspirasi Pedagang
Merespons situasi tersebut, Ketua Kelompok Kerja (POKJA), Dedi Hendri yang akrab disapa Aseng, angkat bicara. Ia menegaskan sikapnya yang sepenuhnya memihak dan memperjuangkan nasib para pedagang di Blok Barat.
"Saya mendukung penuh apa yang menjadi aspirasi dan kegiatan para pedagang saat ini. Intinya, saya juga menolak keputusan yang merugikan ini dan akan terus memperjuangkan hak-hak mereka," ujar Dedi Hendri.
Kabid Pasar Bungkam, Konfirmasi Tak Direspons
Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola atau dinas terkait belum memberikan tanggapan resmi. Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Bidang (Kabid) Pasar, Khalid Zamri, melalui pesan WhatsApp. Namun, upaya tersebut menemui jalan buntu.
Hingga batas waktu yang ditentukan, pesan konfirmasi yang dikirimkan tidak kunjung dibalas, sehingga menimbulkan tanda tanya besar terkait nasib ratusan pedagang yang menggantungkan hidup di pasar tersebut.
Para pedagang berharap suara dan aspirasi mereka dapat didengar serta ditindaklanjuti oleh pihak berwenang, demi keberlangsungan mata pencaharian mereka yang terancam.
( Aweng )


0 Komentar