Dugaan Potongan PIP di SMK Roudlotul Huda Purwosari Kecamatan Padang Ratu Mencuat, Siswa Hanya Terima 500 Ribu

Lampung Tengah - Atensinews.co.

‎Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang mana bertujuan untuk membantu Siswa-siswi yang tergolong miskin hingga prasejahtera di SMK Roudlotul Huda Purwosari, Kecamatan Padang ratu, Kabupaten Lampung Tengah, akhir-akhir ini menjadi perbincangan publik, khususnya beberapa wali murid yang anak nya merupakan penerima bantuan tersebut.

‎  Hal tersebut bermula, adanya kekecewaan serta mengeluh nya beberapa wali murid penerima manfaat bantuan PIP yang hanya menerima Rp. 500.000 ( Lima Ratus Ribu Rupiah) tanpa ada penjelasan dari pihak sekolah, yang sehingga nya menimbulkan banyak persepsi bagi para wali murid.

‎  Terkait hal tersebut, aneh nya Tugino selaku kepala sekolah mengaku tidak tahu menahu adanya pemotongan yang di gembar-gembor kan, ia menjelaskan dalam hal bantuan PIP tersebut hanya sebatas ikut serta dalam pengambilan ke Bank bersama bendahara Eko Yulianto, kemudian setelah uang tersebut di ambil lalu di serahkan kepada bendahara, dan untuk selanjut nya ia tidak tahu. "pemotongan tersebut saya tidak tahu, tidak ada penyampaian baik lisan maupun tulisan kepada saya" Ungkap nya (Kamis 12/2/06)

‎  Sayang nya, Eko Yulianto selaku Bendahara yang di maksud oleh Kepala Sekolah di duga menghindar dan enggan untuk di konfirmasi, namun keterangan di dapat melalui Hariri selaku Waka Kesiswaan yang mana keterangan tersebut merupakan keterangan langsung dari Eko Yulianto yang di sampaikan kepada nya.

‎ Keterangan dari Hariri yang di sampai kan oleh Eko Yulianto bahwa ia membenarkan adanya pemotongan yang menjadi perbincangan tersebut, ia juga menjelaskan pemotongan tersebut di antaranya,
‎ • Rp. 1000.000 untuk membayar tunggakan atau pelunasan biaya sekolah
‎ •  Rp. 300.000 untuk membantu pembangunan berupa ruang kelas baru oleh pihak yayasan.
‎ •  Rp. 500.000 sisa dari kedua poin tersebut yang di terima oleh siswa

‎ Ia juga mengaku memang sebelum nya tidak ada penyampaian apalagi musyawarah kepada para wali murid, dan membantu pembangunan memang di minta oleh pihak yayasan, namun ia membantah pernyataan Kepala sekolah sebelum nya yang merasa tidak tahu atau terlibat dengan pemotongan tersebut.

‎Mengenai pemotongan Rp. 300.000 yang menurut nya di minta oleh pihak yayasan tersebut sayang nya belum terkonfirmasi dengan pihak yayasan roudlotus sholihin, Gus siwi yang di kabarkan selaku pihak yayasan roudlotus sholihin saat di konfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp tidak merespon sampai berita ini diterbitkan.

(Toha)

0 Komentar