Diduga Malapetaka Integritas di Payakumbuh, Pejabat "Impor" Terduga Skandal Dilantik Jadi Kepala Inspektorat

Payakumbuh – Atensinews.co.

‎Aroma nepotisme dan pengabaian etika menyeruak tajam di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh. Keputusan Wali Kota Dr. Zulmaeta mempromosikan Syahril (S) sebagai Inspektur Daerah (Kepala Inspektorat) memicu kegaduhan hebat. Bagaimana tidak, jabatan yang seharusnya menjadi "benteng integritas" tersebut justru diserahkan kepada oknum yang rekam jejaknya ternoda skandal moral.

‎Pelantikan "Senyap" di Luar Jam Dinas

‎Senin malam, 2 Februari 2026, Aula Josrizal Zain menjadi saksi bisu sebuah seremoni yang dianggap janggal. Sekira pukul 19.00 WIB, saat matahari telah tenggelam dan jam dinas berakhir, Syahril resmi dilantik oleh Rida Ananda atas SK Wali Kota Zulmaeta.

‎Waktu pelantikan yang tidak lazim ini memicu kecurigaan publik: apakah ada sesuatu yang coba disembunyikan dari sorot mata masyarakat? Syahril, yang baru dua bulan "diimpor" dari Padang Panjang, melesat bak meteor menduduki jabatan Eselon II, menumbangkan para ASN senior yang telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun di Payakumbuh.

‎Jejak Kelam, Penggerebekan dan Tangis di Padang Panjang

‎Publik belum lupa. Nama Syahril pernah viral pada Maret 2023 akibat video penggerebekan dugaan perselingkuhan yang memalukan. Saat itu, ia yang menjabat sebagai Kepala OPD di Padang Panjang, tertangkap basah bersama seorang wanita berinisial Y dalam sebuah video berdurasi 2 menit 51 detik.

‎Dalam rekaman tersebut, Syahril tampak memohon iba kepada warga dalam bahasa Minang, sementara pasangan wanitanya menangis tersedu saat diinterogasi tokoh masyarakat. Ironisnya, skandal ini terjadi tepat setelah ia dinyatakan lulus tiga besar lelang jabatan di Bukittinggi, sebuah noda hitam yang bahkan membuat Ketua Pansel Bukittinggi, Martias Wanto, merasa kecolongan dan heran mengapa oknum bermasalah tetap diberi izin promosi.

‎"Salah Resep" Dr. Zulmaeta dan Matinya Senioritas

‎Penunjukan Syahril dituding sebagai "resep mematikan" bagi jenjang karier ASN di Payakumbuh. Isu kedekatan primordial mencuat; Syahril disebut-sebut berasal dari "prefektur" yang sama dengan sang Wali Kota di wilayah Kabupaten Agam.

‎"Senioritas di Pemko Payakumbuh berhenti berputar. Kami yang sudah berdarah-darah mengabdi puluhan tahun dikalahkan oleh sistem kekerabatan," keluh seorang ASN dengan nada getir.

‎Ironi Trilogi Zuzema

‎Dalam sambutannya, Rida Ananda mendengungkan "Trilogi Zuzema": Kejujuran, Loyalitas, dan Profesionalisme. Namun, publik bertanya-tanya: di mana letak kejujuran jika rekam jejak skandal diabaikan? Di mana profesionalisme jika nepotisme lebih sakti daripada dedikasi?

‎Menempatkan sosok dengan rapor merah moralitas sebagai Kepala Inspektorat, lembaga yang bertugas mengawasi disiplin dan etika ASN, ibarat menyerahkan kunci pagar kepada serigala. Jika pengawasnya saja cacat integritas, lantas siapa lagi yang bisa menjaga marwah ASN di Kota Payakumbuh?

‎Kini, bola panas ada di tangan Dr. Zulmaeta. Publik menunggu, apakah "resep" ini akan diteruskan hingga merusak tubuh birokrasi, ataukah suara keadilan para ASN lokal akhirnya akan didengar?

‎( Tim )

0 Komentar