Payakumbuh - Atensinews.co.
Anak Nagori Koto Nan Ompek akan menggelar Silaturahmi Anak Nagori II Tahun 2026 pada hari Minggu, 15 Februari 2026 pukul 14.00 WIB di Balai Adat Balai Nan Duo. Kegiatan berskala besar ini tidak hanya untuk mempererat tali silaturahmi antar warga, tetapi juga menjadi wadah untuk membahas isu krusial terkait Tanah Ulayat nagari di kawasan Pasar Pusat Kota Payakumbuh, sekaligus menyambut kedatangan Bulan Ramadhan 1447 H.
Dalam undangan resmi yang dikeluarkan pada hari ini, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk tanggapan terhadap keluarnya Peraturan Daerah (Perda) Pemerintah Kota Payakumbuh yang menyangkut pengelolaan Tanah Ulayat Nagori Koto Nan Ompek di lokasi pasar strategis tersebut.
Elemen Masyarakat Nagari hingga Pihak Instansi Dihadiri
Undangan ditujukan secara luas kepada seluruh komponen masyarakat nagari, mulai dari Niniak Mamak, Alim Ulamo, Codiak Pandai, Parik Paga, Bundo Kanduang, hingga Puti Bungsu Koto Nan Ompek di seluruh rantau dan kampuang. Selain itu, juga diundang berbagai pihak terkait dari pemerintah dan institusi kota, antara lain DPRD Kota Payakumbuh, Kejaksaan Payakumbuh, Pengadilan Negeri Payakumbuh, Kodim 0306, Walikota Zulmaeta Payakumbuh, Ketua Pengelola Pasar Pedestrian dan Pariwisata (P3) Pasar Payakumbuh, Ketua Persatuan Kaki Lima (PKL) H. Wan, tokoh masyarakat kota, serta Polres Kota Payakumbuh.
Tak hanya itu, seluruh elemen suku Ompek juga turut diundang, termasuk Suku Sambilan , serta perwakilan dari berbagai pasukuan dan keluarga bangsawan nagari seperti Dt. Rajo Mantiko Alam, Dt. Rajo Panghulu, Ir. Almaisyar, AAAIK, QIP, AMRP. MM Dt. Bangso Dirajo Nan Kuniang, Drs. H. Yol Kaharuddin Dt. Sati Nan Balopiah, H. Salman Alfarisy/S.M, M.I.KOM Dt. Rajo Makhudun, dan Noveri, SE Dt. Bandaro Hitam yang mewakili Pasukuan Simabua, Koto, Pillang, dan Pitopang.
Agenda Penting Doa Ramadhan hingga Laporan Tanah Ulayat
Acara akan dibuka dengan makan basamo bersama sebagai simbol kebersamaan, diikuti dengan mandoa manyambuk untuk memohon berkah dan kemudahan di Bulan Ramadhan. Selanjutnya, akan disampaikan pandangan umum tentang Tanah Ulayat nagari yang menjadi perhatian bersama, serta laporan rinci mengenai perjalanan proses pengurusan tanah tersebut hingga saat ini.
"Dengan teguh tegas kami sampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan pandangan dan langkah dalam menangani isu tanah ulayat, sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan jelang bulan suci Ramadhan," ujar perwakilan panitia yang diwakili oleh Dt. Rajo Mantiko Alam dalam pidato tertulis yang tercantum pada undangan.
Panitia mengajak seluruh Anak Nagori Koto Nan Ompek untuk menghadiri acara tersebut dan berharap undangan dapat disebarluaskan secara luas hingga ke pelosok rantau dan kampuang.
"Kehadiran semua pihak akan menjadi modal penting dalam mencari solusi terbaik yang menguntungkan seluruh masyarakat nagari," tambahnya.
( Aweng )


0 Komentar