Pertengkaran Pasangan Sesama Jenis di Batam Berujung Maut, Polisi Amankan Pelaku

Batam - Atensinews.co.

‎Pertengkaran antara pasangan sesama jenis di sebuah kamar kos di Batam berujung maut pada Minggu (18/1/2026)
‎Pria berinisial R (27) meninggal dunia setelah dipukul oleh pacarnya S (17) akibat cemburu.

‎Korban sempat beraktivitas seperti biasa setelah dianiaya, tetapi mengalami pendarahan hebat dan meninggal di rumah sakit.

‎Pelaku kini telah diamankan polisi dan kasus masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Pertengkaran dipicu cemburu berujung maut terjadi di sebuah kamar kos kawasan Legenda, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

‎Seorang pria berinisial R (27) meninggal dunia setelah dianiaya pacar sesama jenis, S alias Dogel (17). Peristiwa tragis itu terjadi di tempat tinggal korban, pada Minggu (18/1/2026).

‎Polisi memastikan korban dan pelaku memiliki hubungan sebagai pasangan sesama jenis, dan kini telah diamankan.

‎"Untuk pelaku berinisial, S. Sudah kami amankan di kosnya. Saat ini sedang kami lakukan pemeriksaan," Ujar Kanit Reskrim Polsek Batam kot, IPTU Bobby Ramadhana, minggu petang.

‎Ia melanjutkan cekcok antara keduanya bermula saat korban  mencurigai pelaku yang kerap menerima pesan WhatsApp dari pelaku.

‎"Jadi korban cemburu dengan pelaku yang selalu yang selalu dapat chat wa dari laki-laki lain. Oleh sebab itu korban memutuskan hubungan mereka," Ujarnya.

‎Pelaku tak terima hubungan berakhir, pelaku tidak terima keputusan tersebut karena sudah 11 Bulan mereka menjalin asmara.

‎hal itu yang membuat emosi remaja 17 Tahun itu memuncak. dalam pertengkaran pelaku mendorong korban hingga membentur galon air didalam kamar kos.

‎Galon tersebut pecah membuat korban terpeleset dan jatuh posis nya tertelungkup.

‎"Pelaku melakukan penganiayaan ke korban dengan memukulkan cobek batu lesung dibagian kepala belakang korban, yang membuat tengkorak kepala korban retak", kata Bobby.

‎Korban pun sempat beli kue usai dianiaya pelaku atas permintaan pelaku.
‎meski mengalami penganiayaan korban sempat beraktivitas seperti biasa setelah kejadian.

‎Namun saat bekrja korban tiba-tiba mengalami pendarahan yang keluar dari hidung nya korban langsung kerumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

‎Namun nyawa korban tidak tertolong akibat cedera di kepala yang dialaminya dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.

‎Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda kepri untuk di proses autopsi.

‎Sementara itu, saat mendatangi tempat kejadian perkara ( TKP ) kondisi kamar kos di lantai 3, nomor 10 itu dalam keadaan lampu menyala.

‎Kamar dengan pintu kayu  berlawanan coklat tampa tidak terkunci gagang pintunya juga terlihat rusak.

‎seorang peng huni kos YO mengungkapkan korban dan pelaku telah tingal di kos tersebut hampir lima bulan.

‎"Kamar mereka di lantai tiga nomor 10 .
‎empat bulan jalan lima bulan tingal disi," Ujar YO saat menemui.

‎Menurut nya penghuni kos sudah mengetahui kedua nya memiliki hubungan sebagai pasangan. Hal itu terlihat dari kebersamaan mereka sehari-hari selama mereka di kos.

‎Meski demikian, YO mengaku tidak terlalu mengenal korban maupun pelaku, iya menyebut pertengkaran antara keduanya kerap terdengar dari dalam kamar.

‎"Gak tau pasti masalahnya apa, kadang ada suara pecah seperti piring atau alat lain," kata nya.

‎YO juga menyebut selama tinggal di kos hanya korban yang diketahui bekerja.

‎Sementara pelaku lebih sering berada di kamar dan jarang beraktivitas di luar.

‎"Yang kerja cuma korban jadi  hidup dari gajih yang kerja itu lah.  kalau yang satu nya lebih sering di kos," Ungkapnya.

‎namun warga kos mengaku baru mengetahui kejadian tersebut berujung Fatal setelah korban meninggal dunia.

‎"Kalau sampai meninggal kami baru tau setelah kejadian," tutupnya.

‎Saat ini pelaku telah diamankan dirumah tahanan mapolsek Batam kota. Kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Rajiansah

0 Komentar