Koordinator AMPERA: GMICAK Harus Dibangun di Atas Kepercayaan, Bukan Kepentingan Pribadi

 

Foto: Penyerahan SK Pengurus DPD LSM GMICAK Kepulauan Nias

GUNUNGSITOLI, ATENSINEWS.co - Koordinator Aliansi Massa Pergerakan Rakyat Nias (AMPERA), Nota Ziliwu, menegaskan bahwa keberlangsungan dan kekuatan sebuah organisasi masyarakat sipil hanya dapat tumbuh apabila dilandasi oleh kepercayaan kolektif, komitmen ideologis, dan kesadaran pengabdian, bukan orientasi kepentingan pribadi.

Hal itu disampaikan Nota Ziliwu dalam sambutannya pada acara syukuran Tahun Baru sekaligus pengukuhan pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat Generasi Muda Indonesia Cerdas Anti Korupsi (GMICAK) Kepulauan Nias, yang digelar pada Sabtu (10/1/2025) sore.

Dalam sambutannya, Nota terlebih dahulu mengapresiasi terbentuknya kepengurusan GMICAK yang baru. Menurutnya, pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan titik awal tanggung jawab moral dan politik dalam perjuangan melawan korupsi dan ketidakadilan sosial, khususnya di Kepulauan Nias.

“Organisasi tidak akan pernah berjalan jika sesama pengurus dan anggota tidak saling percaya. Kepercayaan adalah fondasi utama gerakan. Tanpa itu, organisasi hanya akan menjadi papan nama tanpa jiwa perjuangan,” tegas Nota.

Ia menekankan bahwa setiap pengurus dan anggota GMICAK harus membangun cara berpikir yang berorientasi pada kerja kolektif dan pengabdian, dengan menempatkan kepentingan organisasi dan rakyat di atas kepentingan pribadi.

“Yang harus dipikirkan oleh setiap kader adalah: apa yang bisa kita lakukan untuk membesarkan organisasi ini, bukan apa yang bisa kita peroleh dari organisasi. Ketika orientasi bergeser pada keuntungan pribadi, di situlah organisasi mulai kehilangan arah,” ujarnya.

Lebih jauh, Koordinator AMPERA itu mendorong agar seluruh struktur organisasi, termasuk pembina dan penasehat, tidak bersikap pasif atau simbolik. Ia menegaskan bahwa pembina dan penasehat memiliki tanggung jawab strategis untuk menjaga marwah organisasi, mengingatkan ketika menyimpang, dan mendorong agar GMICAK tetap konsisten pada tujuan dan cita-cita organisasi.

“Pembina dan penasehat bukan hiasan struktur. Mereka adalah penjaga nilai, penuntun arah, dan pengawal moral organisasi agar tidak tergelincir dari cita-cita perjuangan,” katanya.

Dalam konteks yang lebih luas, Nota Ziliwu menyebut kehadiran GMICAK sebagai bagian penting dari kekuatan masyarakat sipil di daerah. Di tengah krisis integritas, praktik korupsi, dan lemahnya keberpihakan kebijakan publik, organisasi kepemudaan dan anti-korupsi harus tampil sebagai kekuatan korektif dan motor perubahan sosial.

“GMICAK harus berani berpihak pada kebenaran, berdiri bersama rakyat, dan menjadi bagian dari gerakan perubahan yang kritis, intelektual, dan berintegritas,” pungkasnya.

Acara pengukuhan GMICAK Kepulauan Nias tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, aktivis, serta tokoh pemuda, sebagai penanda lahirnya komitmen baru dalam memperkuat gerakan anti-korupsi di Kepulauan Nias.

(Yantonius Hulu)

0 Komentar