Pemerintah Desa Ciangsana bergerak cepat mengarahkan tim Destana mereka untuk menangani bencana atap runtuh ruang kelas SMAN 2 Gunung Putri Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor, Jumat (23/01/26).
Kepada awak media Kepala Desa Ciangsana H. Udin Saputra, SH. MM mengatakan bahwa setelah menerima laporan atap SMAN 2 Gunung Putri yang runtuh dan ambruk pihaknya langsung bergerak cepat dengan melakukan koordinasi dengan Tim Desa Tangguh Bencana (Destana) Ciangsana dan bersinergi dengan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Gunung Putri.
“Kami berkoordinasi dengan Destana dan Damkar dan sekitar pukul 05.30 WIB, kami sudah datang dan standby di lokasi sekolah itu,"ujar Udin.
Dikatakannya penyebab ambruknya atap bangunan tersebut belum diketahui, hanya saat kejadian memang sedang turun hujan deras. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerusakan cukup parah terjadi pada tiga ruang kelas yang atapnya runtuh itu.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," tambahnya. Untuk penyebabnya menunggu penyelidikan pihak terkait,"pungkas Udin Saputra yang juga Ketua Apdesi Kecamatan Gunung Putri.
Saat berita ini diturunkan petinggi Pemerintahan tingkat Kecamatan dan Kabupaten Bogor telah meninjau lokasi bencana. Kejadian kali menambah panjang daftar bencana yang menimpa gedung sekolah, dalam kurun waktu tidak terlalu lama, bencana serupa telah menimpa SMKN 1 Cileungsi, lalu SMKN 1 Gunung Putri dan kali ini SMAN 2 Gunung Putri.
(Dewi-Tom)



0 Komentar