![]() |
| Foto: Yusman Dawolo yang akrab disapa Bang YD, seorang cendekiawan, pengusaha, serta tokoh masyarakat asal Kota Gunungsitoli |
JAKARTA,
ATENSINEWS.co - Wacana pemekaran Provinsi Kepulauan
Nias kembali mengemuka dan menjadi perbincangan serius di ruang publik. Dengan
menguatnya desakan masyarakat sipil dan tokoh nasional mengenai pemekaran ini,
Bang YD mengajak para bupati dan wali kota se-Kepulauan Nias bersatu dan
berjuang.
Yusman Dawolo yang
akrab disapa Bang YD, seorang cendekiawan, pengusaha, serta tokoh masyarakat
asal Kota Gunungsitoli mengajak semua kepala daerah, tokoh-tokoh, para
pengusaha, anggota dewan dan masyarakat Pulau Nias, harus bersatu
memperjuangkan pemekaran Provinsi Kepulauan Nias, Jumat (9/1/2026).
“Bupati dan wali kota di Pulau Nias harus berperan
aktif menyuarakan serta memperjuangkan pemekaran Provinsi Kepulauan Nias dengan
sungguh-sungguh dan maksimal. Mereka tidak boleh diam, bersikap netral, apalagi
hanya menunggu,” ujarnya.
Bang YD meyakini bahwa jika semua pihak bersatu,
Provinsi Kepulauan Nias akan segera terwujud. “Provinsi Kepulauan Nias akan segera
diketuk palu dan ditandatangani oleh pemerintah pusat jika semuanya bersatu.
Bahkan, prosesnya bisa lebih cepat dibandingkan Tapanuli, Jawa Barat, atau
daerah-daerah lain yang akan dimekarkan,” harapnya.
Dengan adanya pemekaran Pulau Nias, perhatian
pemerintah pusat terhadap daerah ini diharapkan dapat lebih optimal sehingga
Nias dapat keluar dari status daerah tertinggal dan termiskin.
“Jika Nias menjadi
provinsi, pelayanan kepada masyarakat akan lebih cepat, sementara pembangunan
infrastruktur seperti jalan, sekolah, rumah sakit, pasar, jembatan, listrik,
serta fasilitas umum lainnya dapat segera direalisasikan. Yang tidak kalah
penting, hal ini juga akan membuka peluang lapangan pekerjaan bagi generasi
muda,” tambahnya.
Ini bukan lagi persoalan proyek politik, perebutan
kekuasaan, siapa yang menjadi gubernur atau anggota DPRD provinsi, perbedaan
partai politik, maupun kekhawatiran akan pembengkakan biaya birokrasi dan beban
APBD.
“Ini merupakan upaya
untuk menjadikan Pulau Nias semakin maju, berpendidikan tinggi, memiliki
layanan kesehatan yang lebih terjamin, serta masyarakat yang makmur. Selain
itu, pemekaran ini juga akan membuka peluang besar bagi pengembangan pariwisata
di Pulau Nias serta meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM,” jelas bang
YD.
Yusman mengatakan,
pemekaran Provinsi Kepulauan Nias juga tidak bisa dilepaskan dari konteks
ketimpangan pembangunan kawasan kepulauan. Ketergantungan pada daratan Sumatera
Utara, mahalnya biaya logistik, terbatasnya akses kebijakan provinsi, hingga
lambannya respons terhadap kondisi darurat menjadi argumen yang terus gaungkan.
Isu pemekaran Kepulauan
Nias bukan barang baru. Ia telah berulang kali dibahas sejak lebih dari satu
dekade lalu, bahkan sempat masuk dalam daftar Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB)
yang memperoleh Amanat Presiden (Ampres). Di atas kertas, Kepulauan Nias dinilai
memenuhi sejumlah prasyarat administratif, kewilayahan, hingga sosial-ekonomi
untuk menjadi provinsi sendiri.
(Nota Ziliwu)


0 Komentar