![]() |
| Penulis: Dr. Aturkian Laia, S.H.,M.H (Praktisi dan Akademisi hukum Pidana) |
JAKARTA, ATENSINEWS.co –
Manusia adalah makhluk yang unik, mampu mengalami perubahan setiap detik,
menit, dan jam. Perubahan ini dapat terjadi tiba-tiba, dipengaruhi oleh faktor
ekonomi, politik, agama, dan berbagai faktor lainnya. Keunikan manusia terletak
pada karakternya yang dapat berubah dari setan menjadi malaikat. Seringkali
kita bergurau dengan mahasiswa, masyarakat, atau rekan kerja, mengatakan bahwa
manusia memiliki sifat yang unik dan dapat berubah.
Kisah Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris, mencoba menyoroti
bagaimana uang dapat memengaruhi moral dan prinsip seseorang. Ketika naik taksi
menuju wawancara di BBC, Churchill meminta supir untuk menunggu 30 menit.
Namun, supir menolak tanpa menyadari bahwa penumpangnya adalah Perdana Menteri
Inggris yang akan berpidato di tempat lain. Terdengar alasan supir membuat
Churchill senang, dan sebagai ekspresi rasa terima kasih, Churchill memberikan
uang kepada supir. Namun, ironisnya, supir tersebut mengabaikan pidato
Churchill dengan berkata bahwa ia akan menunggu tanpa memedulikan kepentingan
pidato sang Perdana Menteri.
Makna dan pesan moral dari kisah ini adalah
bahwa uang dapat secara signifikan mempengaruhi dan mengubah prinsip idealisme,
nasionalisme, dan moral seseorang. Sejauh mana pengaruh uang terhadap keinginan
seseorang untuk mencapai kekuasaan dapat dilihat saat pemilihan umum, di mana
sering kali politik uang menjadi perbincangan umum.
Politik uang tidak hanya terbatas pada periode pemilihan, melainkan
juga merambah ke sektor penegakan hukum dan berbagai tempat lainnya. Tindakan
ini dilakukan oleh oknum-oknum yang moralnya meragukan, mengakibatkan
ketidakadilan yang dirasakan oleh masyarakat. Seperti yang dikatakan Bisma
Siregar, “Untuk menegakkan keadilan, saya bersedia mengorbankan kepastian
hukum. Hukum hanyalah sarana, sedangkan tujuannya adalah keadilan.”
Begawan hukum, Alm. Prof. J.E. Sahetapy, pernah
menyampaikan bahwa “meskipun kebohongan lari secepat kilat, suatu waktu
kebenaran akan mengalahkannya.” Oleh karena itu, walaupun politik uang
dilakukan dengan menyembunyikan niat jahat, suatu saat kebenaran akan
terungkap, baik di dunia ini maupun di akhirat.
Kesadaran masyarakat memegang peranan penting dalam memberantas politik uang. Kendala utamanya adalah sulitnya menghilangkan praktik ini karena berbagai faktor, termasuk ekonomi, yang membuat masyarakat enggan menolak upaya korupsi oleh oknum-oknum berkepentingan. Oleh karena itu, mencari manusia yang sepenuhnya terbebas dari pengaruh politik uang hanyalah dapat ditemukan dalam imajinasi saat tidur.


0 Komentar