Proyek Rp87,3 Miliar SMA Sukma Nias, Warga Kecewa Banyak Pelanggaran Tidak Sesuai Teknis (KORSA-DEM) Kepung Lokasi Proyek

Gunungsitoli - Atensinews.co.

Proyek Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias senilai Rp87.340.621.189,12 kembali menjadi sorotan. Kali ini, desakan transparansi dan jaminan mutu pembangunan disuarakan langsung melalui aksi damai yang digelar Aliansi Koalisi Solidaritas dan Aksi Demokratif (KORSA DEM) bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, serta perwakilan warga, Selasa (11/8/2026).

Aksi tersebut digelar di dua lokasi, yakni di depan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Nias, Jalan Pantai Fofo Indah, Kota Gunungsitoli, dan dilanjutkan ke lokasi proyek di Desa Faekhu, Kecamatan Gunungsitoli Selatan.

Massa datang membawa satu pesan utama: pembangunan sekolah yang dibiayai uang rakyat dalam jumlah puluhan miliar rupiah harus transparan, memenuhi spesifikasi kontrak, serta benar-benar menjamin keselamatan siswa dan seluruh pengguna bangunan.

Sorotan masyarakat semakin menguat menyusul sejumlah temuan yang sebelumnya menjadi bahan perhatian publik, mulai dari dugaan penggunaan pasir dari sumber yang belum jelas kelayakan dan status pengujiannya, dugaan kandungan garam pada material, hingga pelaksanaan pengecoran pondasi dalam atau bore pile ketika kondisi hujan lebat.

Selain persoalan material dan proses pekerjaan, massa juga mempertanyakan keterbukaan informasi terkait kedalaman, diameter, metode pengerjaan, serta kualitas pondasi yang menjadi elemen vital bagi bangunan sekolah yang berdiri di wilayah Kepulauan Nias yang memiliki risiko kegempaan.

“Kami Bukan Menolak Pembangunan”

Pimpinan Aksi KORSA DEM, Yason Yonata Gea, S.Pd., menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bentuk penolakan terhadap pembangunan SMAN Unggulan Sukma Nias.

Menurutnya, masyarakat justru menginginkan sekolah tersebut selesai dengan kualitas terbaik karena nantinya akan digunakan oleh generasi muda Nias.

“Kami berdiri di sini hari ini bukan untuk menolak pembangunan. Justru kami semua sangat mendambakan adanya sekolah yang megah, kokoh, dan menjadi kebanggaan kita semua, tempat anak-anak kita menuntut ilmu,” ujar Yason.

Namun, kata dia, pembangunan yang menggunakan uang rakyat harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

“Pembangunan yang dibiayai dari uang rakyat sebesar puluhan miliar rupiah wajib dilaksanakan sesuai perjanjian, sesuai spesifikasi yang telah disepakati, dan menjamin keselamatan nyawa mereka yang kelak akan menempatinya,” tegasnya.

Yason juga mengaitkan momentum aksi dengan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia berharap semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai momentum untuk mendorong tata kelola pembangunan yang bersih dan terbuka.

“Lebih baik kita bersuara dan memperbaikinya sekarang, daripada kelak kita menangis melihat gedung ini rapuh dan membahayakan keselamatan anak-anak kita,” katanya.

KORSA DEM Desak Data Teknis Dibuka

Penanggung Jawab Aksi, Gunawan Hulu, menilai pengawasan masyarakat terhadap proyek pemerintah merupakan bagian dari kontrol publik yang sah.

Ia meminta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Konsultan Pengawas membuka data teknis proyek kepada masyarakat.

“Bukakan hasil uji mutu bahan, tunjukkan sumber pengambilan material, dan jelaskan secara rinci bagaimana pondasi gedung ini dibangun,” ujar Gunawan.

Menurutnya, keterbukaan justru dapat menghilangkan keraguan apabila seluruh proses pembangunan memang telah berjalan sesuai ketentuan.

“Jika semuanya benar dan sesuai aturan, tunjukkan kepada rakyat maka keraguan ini akan hilang. Menyembunyikan informasi justru semakin memperkuat dugaan adanya sesuatu yang disembunyikan,” katanya.

Gunawan menegaskan bahwa proyek tersebut bukan milik pihak tertentu, melainkan pembangunan yang menggunakan anggaran publik.

“Ini bukan milik perseorangan — ini adalah milik rakyat,” tegasnya.

Orang Tua: Anak Nias Berhak Mendapat Bangunan Terbaik

Suara serupa disampaikan Ama OI Gulo, yang hadir sebagai perwakilan masyarakat dan orang tua.

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan bekerja dengan penuh tanggung jawab karena bangunan tersebut nantinya akan menjadi tempat generasi muda Nias menuntut ilmu.

“Kami tidak meminta kemewahan, kami hanya meminta satu hal: bangunlah gedung ini dengan jujur, teliti, dan penuh amanah,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa setiap rupiah yang digunakan untuk proyek tersebut berasal dari uang rakyat.

“Janganlah gedung yang menjadi harapan masa depan putra-putri Nias justru dibangun dengan bahan yang diragukan kualitasnya dan dikerjakan melanggar aturan yang ada,” katanya.

Empat Tuntutan Diajukan

Dalam aksi tersebut, KORSA DEM dan masyarakat menyampaikan empat tuntutan utama.

Pertama, meminta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII segera menurunkan tim peninjau dan melakukan pengujian menyeluruh terhadap material yang digunakan dalam proyek.

Kedua, meminta PPK dan Konsultan Pengawas membuka seluruh data teknis proyek secara transparan kepada publik.

Ketiga, meminta pekerjaan yang diduga melanggar prosedur teknis dihentikan sementara sampai terdapat hasil pemeriksaan yang menyatakan pekerjaan aman dan layak dilanjutkan.

Keempat, meminta seluruh pelaksanaan pekerjaan kembali berpedoman secara penuh terhadap kontrak dan standar teknis yang berlaku.

Cabdisdik Terima Aspirasi, Pelaksana Belum Beri Tanggapan

Dalam aksi di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII, surat tuntutan masyarakat telah diterima dan ditandatangani sebagai tanda bukti penyampaian aspirasi.

Pihak Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII juga menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai kewenangan.

Setelah itu, massa bergerak menuju lokasi proyek revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias di Desa Faekhu untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan tanggapan resmi kepada masyarakat maupun awak media terkait berbagai dugaan yang menjadi sorotan dalam aksi tersebut.

KORSA DEM menegaskan aksi hari itu bukan akhir dari pengawasan masyarakat.

Jika dalam waktu yang telah diberikan belum terdapat tanggapan maupun langkah perbaikan yang dinilai nyata, massa menyatakan akan kembali turun ke jalan dalam tiga hari ke depan dengan dukungan masyarakat yang lebih luas.

Aksi yang berlangsung sejak siang hingga selesai tersebut berjalan tertib dan damai. Tidak dilaporkan adanya tindakan yang mengganggu ketertiban umum.

Bagi masyarakat, persoalan proyek SMAN Unggulan Sukma Nias bukan sekadar tentang berdirinya sebuah gedung sekolah. Di balik nilai proyek yang mencapai puluhan miliar rupiah, terdapat tuntutan yang jauh lebih besar: jaminan bahwa setiap rupiah uang rakyat benar-benar berubah menjadi bangunan yang kokoh, aman, berkualitas, dan layak diwariskan kepada generasi.

1. Proyek SMAN Sukma Nias Diguncang Sorotan, KORSA DEM Turun ke Jalan: ‘Buka Semua Data!’”
2. Bukan Sekadar Gedung Sekolah! Rp87,3 Miliar Proyek SMAN Sukma Nias Disorot, KORSA DEM Tuntut Jaminan Mutu”
3. Dugaan Pasir Bermasalah hingga Cor Saat Hujan, KORSA DEM Desak Proyek SMAN Sukma Nias Dibuka Terang”
4. Rp87,3 Miliar Jadi Sorotan! KORSA DEM Geruduk Dua Titik, Desak Proyek SMAN Sukma Nias Diaudit dan Dibuka ke Publik”
5. KORSA DEM ‘Kepung’ Proyek SMAN Sukma Nias: Dugaan Material Bermasalah dan Cor Saat Hujan Kembali Disorot”
6. Uang Rakyat Rp87,3 Miliar, KORSA DEM Tantang Pengelola Proyek SMAN Sukma Nias Buka Data Teknis”
7. Panas! KORSA DEM Turun ke Dua Lokasi, Bongkar Sorotan Proyek SMAN Sukma Nias Rp87,3 Miliar”
8. Jangan Tunggu Gedung Rapuh! KORSA DEM Desak Pemeriksaan Total Proyek SMAN Sukma Nias Rp87,3 Miliar”
9. KORSA DEM Ultimatum Proyek SMAN Sukma Nias: Buka Data atau Massa Kembali Turun!”

(Y.hulu)

0 Komentar