Nias Utara – Atensinews.co.
Menjelang Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kondisi ruas jalan strategis yang menghubungkan Kota Gunungsitoli, Kecamatan Hiliduho (Kabupaten Nias), hingga Kecamatan Alasa (Kabupaten Nias Utara) memicu keprihatinan mendalam dari tokoh masyarakat.
Kerusakan parah di sejumlah titik jalur penghubung tiga kabupaten/kota tersebut dinilai kian membahayakan keselamatan para pengguna jalan.
Desak Pengalihan Status Jadi Jalan Provinsi
Politikus Partai Golkar Nias Utara, Rozama Lase, SE (Ama Carlos), meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution mengambil langkah konkret dengan mengalihkan status ruas tersebut dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi.
"Ini bukan sekadar soal jalan rusak, tapi menyangkut keselamatan nyawa masyarakat. Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah berjatuhan korban jiwa. Keterbatasan anggaran daerah tidak boleh jadi alasan," tegas Rozama, Selasa (11/8/2026).
Senada dengan hal itu, tokoh masyarakat Desa Bitaya, Ama Nias Zalukhu, mendorong Pemko Gunungsitoli, Pemkab Nias, dan Pemkab Nias Utara untuk duduk bersama mengusulkan peningkatan status jalan tersebut menjadi jalan provinsi atau ring road.
Akses Ekonomi Vital dan Risiko Kecelakaan
Jalur Gunungsitoli–Hiliduho–Alasa merupakan urat nadi perekonomian warga, khususnya untuk mengangkut hasil pertanian menuju pusat Kota Gunungsitoli serta mendukung fasilitas strategis seperti Bandara Binaka dan Pelabuhan Roro.
Kerusakan yang kian parah kerap memicu kecelakaan, mulai dari pengendara sepeda motor yang terjatuh hingga kendaraan roda empat yang terguling. Selain pengalihan status jalan, warga juga mendesak revitalisasi Jembatan Muzoi di Kecamatan Alasa Talu Muzoi demi menjamin keamanan mobilitas masyarakat.
(Tim)


0 Komentar