Pekanbaru - Atensinews.co.
Sebuah keajaiban di tengah panggung besar. Lembaga taekwondo yang bahkan belum genap satu tahun berdiri, Dojang Perwira Kota Payakumbuh, justru tampil paling menyilaukan di kejuaraan bergengsi yang berlangsung di GOR Remaja Kota Pekanbaru, 26–30 Agustus 2026. Dari lebih dari 3.000 atlet se-Sumatera yang bertanding, 28 wakilnya menyapu bersih 14 Emas, 7 Perak, dan 8 Perunggu, total 29 medali, sekaligus mempersembahkan predikat paling prestisius: Bangkit Jang Jaya dinobatkan sebagai Atlet Terbaik Kategori Pra-Cadet 2026.
Kejuaraan ini resmi dibuka langsung oleh Pangdam XIX Tuanku Tambusai di hadapan ribuan penonton dan pejabat. Di sinilah nama Payakumbuh bergema paling lantang, membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk bersinar terang.
Menembus Jajaran Elit, Sejarah Pertama di Payakumbuh
Penobatan Bangkit Jang Jaya bukan sekadar satu lagi kemenangan, itu adalah pencapaian pertama kalinya diraih dojang mana pun di Kota Payakumbuh. Di tingkat Kejuaraan Nasional Wilayah Sumatera, prestasi setinggi ini sebelumnya hanya pernah disandang oleh dua nama besar: Dojang Kodim Agam dan Dojang SKO Riau. Kini, Dojang Perwira berdiri sejajar di panggung tertinggi bersama mereka.
Pengakuan itu bukan lahir dari medali semata, melainkan dari teknik bertanding yang bersih, sikap yang santun, dan semangat juang yang tak pernah padam, ditunjukkan konsisten oleh anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar itu dari babak pertama hingga penutup.
Setiap Emas Diraih Mengalahkan Lawan Terkuat Se-Sumatera
Di bawah arahan pelatih muda berbakat Yudha Febriansah, para atlet Dojang Perwira menembus setiap babak dengan perjuangan luar biasa. Tiga putra-putri Sertu Dedi Supari menjadi ujung tombak kebanggaan itu:
- Syahid Sufi, meraih Emas kelas Pemula U-48kg sekaligus Perunggu kelas Prestasi U-48kg, setelah menaklukkan atlet dari Dojang Eagle Cam Riau, Dojang Dumai, hingga Dojang Solok
- Bangkit Jang Jaya, menyabet Emas kelas Prestasi U-31kg dan gelar Atlet Terbaik, mengungguli perwakilan Dojang Riau maupun Dojang Padang, serta menjaga rekor luar biasa: 12 Emas berturut-turut tanpa pernah kalah
- Ratu Balqis — membawa pulang Emas kelas Pemula, setelah mengalahkan atlet dari Dojang Riau dan Dojang Pelelawan, kini telah mengoleksi 3 Emas dengan hanya satu kali kekalahan
Dari Air Mata Kekalahan Menuju Senyum Kemenangan
Di balik deretan medali, tersimpan kisah yang jauh lebih berharg, kisah jatuh lalu bangkit, yang kini menjadi kebanggaan sejati keluarga ini.
Setelah meraih kejayaan di Kejuaraan Nasional Cibubur tahun 2022, langkah Syahid Sufi sempat terhenti. Selama empat tahun berikutnya, kekalahan demi kekalahan menghampiri, bahkan ia pernah tumbang terpukul KO. Hati seorang ayah, Sertu Dedi Supari, turut hancur melihat semangat anaknya meredup. Namun tak pernah ada kata berhenti. Ke mana pun ada kejuaraan, ketiga anaknya selalu dibawa, dengan satu pesan sederhana: "Kalah boleh, menyerah jangan."
"Di tempat yang sama, tanggal 28 Agustus lalu, kami pernah duduk bersimpuh menangis. Hari ini, di udara yang sama pula, air mata itu jatuh bukan lagi karena sedih, melainkan karena haru yang tak sanggup ditahan," ungkap Dedi dengan suara bergetar di tepi matras.
"Bagi saya, medali bukanlah kemenangan yang sesungguhnya. Yang membuat dada ini membusung adalah melihat mereka mampu bangkit sendiri setelah jatuh, layaknya matahari yang tak pernah lupa terbit kembali setelah malam tergelap. Proseslah yang menempa jiwa, hasil hanya tinggal mengikuti di belakangnya."
Langkah Selanjutnya: Sabuk Hitam, Sertifikasi Korea, dan Mimpi Menjadi Perwira
Kemenangan ini bukan garis finis, melainkan gerbang menuju masa depan yang lebih luas:
- 10 September 2026 — Syahid Sufi dan Bangkit Jang Jaya akan mengikuti ujian kenaikan sabuk hitam beserta sertifikasi resmi langsung dari Korea
- 2–8 Oktober 2026 — Syahid Sufi akan mewakili Solok Selatan di Kejuaraan Provinsi di Kota Solok — sekaligus menjadi penutup masa kariernya sebagai atlet taekwondo
- Akademi Militer 2028 — Syahid kini bersiap menembus Akmil, mewujudkan mimpi menjadi Perwira Komando Baret Merah dan mengabdi pada negara
"Biarlah jalan berliku, asal arah tak pernah keliru," pesan ayahnya selalu terngiang.
Dengan raihan 29 medali dan gelar Atlet Terbaik, Dojang Perwira bukan lagi sekadar pendatang baru, mereka kini berdiri sejajar bersama Dojang Kodim Agam dan Dojang SKO Riau sebagai kekuatan yang diperhitungkan di panggung taekwondo se-Sumatera. Dan satu hal yang tak terbantahkan: sejarah baru telah ditulis di Payakumbuh, bukan oleh mereka yang sudah lama berdiri, melainkan oleh mereka yang berani bermimpi, berani jatuh, dan lebih berani lagi untuk bangkit kembali.
Para atlet berprestasi menerima piagam penghargaan, piala, uang pembinaan, serta peluang istimewa untuk menjadi anggota TNI penghargaan yang membuktikan: di mana ada ketekunan, di situ ada jalan menuju kemenangan.
( Aweng )


0 Komentar