Gunungsitoli – Atensinews.co.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk membebaskan Kepulauan Nias dari status daerah tertinggal. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, B.Sc., saat didampingi Wali Kota Gunungsitoli, Sowa'a Laoli, S.E., M.Si., meninjau progres pembangunan di SMK Negeri 1 Gunungsitoli, Rabu (22/7/2026).
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala SMKN 1 Gunungsitoli Edid Bestaria Zendrato, S.Pd., pengurus Komite Sekolah, para guru, serta ratusan siswa.
*Target Bebas Daerah Tertinggal Sebelum Akhir Jabatan*
Hadir mewakili Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, Wagub Surya menekankan bahwa peningkatan kualitas layanan pendidikan merupakan indikator kunci dalam mengentaskan ketertinggalan suatu wilayah.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), kawasan Kepulauan Nias saat ini masih masuk dalam kategori daerah tertinggal. Pemprov Sumut menargetkan seluruh 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara sudah terbebas dari predikat tersebut sebelum masa kepemimpinan periode ini berakhir.
"Pemerintah Provinsi berkomitmen merealisasikan visi pembangunan yang merata. Penguatan sektor pendidikan di Nias adalah fondasi utama untuk mencetak SDM unggul agar kita bisa keluar dari status daerah tertinggal," tegas Wagub Surya.
*Cetak Ribuan Tenaga Kerja Terampil*
Wali Kota Gunungsitoli, Sowa'a Laoli, menyampaikan apresiasinya atas perhatian besar Pemprov Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution dan Wagub Surya terhadap percepatan pembangunan di Kepulauan Nias.
Sowa'a memaparkan bahwa SMKN 1 Gunungsitoli saat ini membina lebih dari 1.000 peserta didik yang disiapkan menjadi tenaga kerja terampil dan mandiri di dunia usaha maupun industri. Kendati demikian, ia menggarisbawahi masih dibutuhkannya dukungan fasilitas praktik kejuruan yang memadai agar pendidikan vokasi berjalan optimal. Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat sinergi Pemko Gunungsitoli dan Pemprov Sumut dalam menghadirkan sarana pendidikan yang mumpuni.
(Tim)


0 Komentar