Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi Permanen Di Karang Anom Ludes Terbakar ‎

Lampung Timur – Atensinews.co.

‎Kebakaran yang diduga dipicu oleh korsleting arus listrik melahap habis satu unit rumah semi permanen milik Waris (60), warga Dusun 1, Desa Karang Anom, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur. Peristiwa nahas ini terjadi pada hari Minggu, (14/6/2026) saat pemilik rumah sedang beraktivitas di kebun sehingga tidak berada di lokasi saat api mulai menjalar.

‎Kobaran api pertama kali terlihat muncul dari bagian belakang bangunan, tepatnya di ruang dapur. Dalam waktu singkat, nyala api disertai asap tebal membesar dengan cepat dan meluas ke seluruh bagian rumah. Kondisi ini membuat bangunan beserta seluruh barang berharga yang ada di dalamnya tidak dapat diselamatkan.

‎Roni (42), salah satu saksi mata sekaligus warga setempat, mengaku terkejut mendengar teriakan minta tolong dari warga yang lebih dulu melihat kejadian. Ia langsung berlari keluar rumah dan mendapati api sudah dengan hebat melalap bagian atap dan dinding rumah Waris.

‎“Kami kaget bukan main. Begitu mendengar teriakan, saya dan tetangga lain segera berhamburan ke lokasi. Kami berusaha memadamkan api hanya dengan peralatan seadanya,” ujar Roni.

‎Ia menambahkan, upaya pemadaman secara bersama-sama oleh warga memakan waktu sekitar satu jam hingga akhirnya api dapat dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya. Meskipun demikian, rumah dan isinya tetap ludes terbakar karena laju api yang sangat cepat.

‎“Kami lebih memprioritaskan agar api tidak merambat ke rumah warga lain yang berdekatan. Akibatnya, barang-barang milik Waris tidak sempat dikeluarkan dan semuanya habis dilalap si jago merah,” jelasnya.

‎Akibat musibah ini, Waris mengalami kerugian materiil yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Tidak hanya kehilangan harta benda dan barang berharga, ia juga kini kehilangan tempat tinggal dan terpaksa menumpang sementara di rumah kerabat atau tetangga.

‎Menyikapi kejadian ini dan mengingat seringnya terjadi kebakaran di wilayah tersebut, Roni menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Ia meminta agar segera ditambah jumlah armada mobil pemadam kebakaran dan didirikan posko terdekat.

‎“Jarak tempuh dari posko damkar kabupaten ke sini sangat jauh. Kalau harus menunggu kendaraan dari api sudah pasti habiskan rumah duluan sebelum bantuan tiba. Kami butuh layanan yang lebih dekat dan cepat tanggap,” pungkasnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan petugas terkait masih melakukan pencatatan kerugian serta pemeriksaan awal untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

‎(Tim)

0 Komentar