BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gunungsitoli Gelar Kopdar dengan Media, Dorong Pemanfaatan Program Jamsostek di Nias

 

Foto : Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Gunungsitoli, Tunggul Sitorus, menyampaikan sambutan dalam acara kopdar bersama rekan media di Lasara Point, Selasa (16/6/2026).

GUNUNGSITOLI, ATENSINEWS.co – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gunungsitoli menggelar acara pertemuan kopi darat (kopdar) bersama rekan media, pada Selasa (16/6/2026) di Lasara Point. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penyebarluasan informasi mengenai program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat luas, terutama di wilayah kepulauan Nias.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gunungsitoli, Tunggul Sitorus, dalam sambutannya mengajak dukungan media dalam menyebarkan informasi terkait program yang dijalankan. "Bantu kami agar program BPJS Ketenagakerjaan ini bisa dikenal oleh masyarakat," harapnya.

Menanggapi kondisi geografis wilayah kerja yang mencakup kepulauan dan keterbatasan personil di kantor cabang, pihaknya mengeluarkan langkah strategis dengan merekrut Agen Perisai. Langkah ini diambil untuk memastikan cakupan layanan dapat menjangkau seluruh masyarakat di berbagai pelosok Nias.

Salah satu fasilitas yang menjadi sorotan adalah jaminan bagi pekerja yang berhenti bekerja. Menurut penjelasan pihak BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah akan memberikan upah selama 6 bulan sejak berhenti bekerja, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan ekonomi pasca berhenti bekerja.

BPJS Ketenagakerjaan menyediakan perlindungan jaminan sosial yang mencakup 4 segmen pekerja, yaitu: Pekerja penerima upah, Pekerja bukan penerima upah, Pekerja konstruksi, dan Pekerja Migran Indonesia.

Setiap segmen memiliki paket perlindungan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan pekerja pada sektor tersebut, mulai dari jaminan kecelakaan kerja, kematian, pensiun, hingga jaminan hari tua.

Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Peduli Nias (PPN) Kota Gunungsitoli, Nota Ziliwu, menyatakan siap bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gunungsitoli untuk membumikan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Kolaborasi ini bertujuan memastikan seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat fasilitas dan layanan yang telah disediakan pemerintah.

"Kami siap berperan aktif dalam menyebarkan informasi serta mendukung upaya BPJS Ketenagakerjaan agar program jaminan sosial bisa sampai ke setiap lapisan masyarakat di Kota Gunungsitoli dan sekitarnya," ujarnya.

Selain itu, Nota Ziliwu juga mendorong BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) di kepulauan Nias untuk melakukan pendampingan dan advokasi langsung kepada pekerja yang belum memperoleh hak-haknya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Pekerja perlu mendapatkan pemahaman yang jelas terkait hak dan kewajiban mereka, terutama bagi mereka yang belum terdaftar atau belum menikmati layanan jaminan sosial. Kolaborasi dengan serikat buruh akan memperkuat akses dan perlindungan bagi mereka," jelas Nota.

Diskusi yang berlangsung secara akrab, hangat, dan intens diakhiri dengan kesepakatan bersama antara BPJS Ketenagakerjaan dan rekan media untuk membangun kolaborasi strategis. Kedua pihak berkomitmen memastikan informasi mengenai layanan dan fasilitas jaminan sosial dapat tersebar luas, sehingga dapat meminimalkan kerugian serta dampak ekonomi bagi masyarakat yang menghadapi permasalahan di dunia kerja. (Red)

0 Komentar