Limapuluh Kota – Atensinews.co.
Sebuah rekaman video dan foto yang beredar luas di berbagai Grup WhatsApp dan media sosial mengundang kemarahan publik. Empat wanita dengan penampilan dan gaya hidup mewah atau sosialita terekam sedang menumpangi dan mengendarai mobil jenis Toyota Camry di jalanan Kota Padang. Usut punya usut, salah satu dari keempat wanita tersebut diduga kuat merupakan istri dari Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Doni Ikhlas.
Yang menjadi sorotan tajam masyarakat, kendaraan mewah yang dikemudikan keempat wanita tersebut disinyalir adalah kendaraan dinas jabatan milik Ketua Dewan. Berdasarkan data yang beredar, mobil dinas Camry milik Ketua DPRD seharusnya memiliki pelat nomor polisi berawalan BA 3 C. Namun, dalam video dan foto yang terekam saat berada di Kota Padang, nomor polisi kendaraan tersebut telah berubah menjadi BA 1984 ZZH.
Perubahan pelat nomor ini menimbulkan kecurigaan mendalam bahwa ada rekayasa agar penggunaan kendaraan tidak mudah dikenali publik, meski ciri fisik kendaraan mewah tersebut sulit disembunyikan. Para wanita tersebut terlihat santai dan memamerkan kendaraan itu saat dalam perjalanan menuju salah satu kampus di Kota Padang, seolah fasilitas negara itu adalah hak milik pribadi keluarga.
Terkait peristiwa yang memanas ini, Pengamat Kebijakan Sosial, H. Tasrif, memberikan tanggapan tegas dan kritis. Menurutnya, jika fakta yang beredar benar bahwa itu adalah kendaraan dinas terbaru Ketua DPRD, maka tindakan tersebut sangat disayangkan dan melukai hati masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota.
“Mobil dinas itu peruntukannya sangat jelas, hanya untuk menunjang tugas jabatan Ketua DPRD. Bukan untuk dipakai bebas bergaya sosialita, apalagi dikemudikan istri atau keluarga ke tempat rekreasi atau kepentingan pribadi,” tegas H. Tasrif saat dihubungi, Sabtu (23/5/2026) malam.
Secara hukum, H. Tasrif menjelaskan bahwa hal ini merupakan pelanggaran berat. Merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 172/PMK.06/2010, sangat jelas ditegaskan bahwa kendaraan dinas hanya diberikan untuk mendukung pelaksanaan fungsi dan jabatan. Penggunaan untuk kepentingan pribadi, istri, anak, maupun keluarga dilarang keras.
“Jika dilanggar, ini sudah masuk ranah tindak pidana korupsi, karena menggunakan aset negara untuk keuntungan pribadi. Apalagi ada indikasi mengubah nomor polisi kendaraan dinas. Ini sangat mencurigakan dan aparat kepolisian harus turun tangan mengusut secara lugas dan tuntas,” tandasnya.
Kemarahan juga datang dari tokoh masyarakat sekaligus mantan anggota DPRD Limapuluh Kota, Riko Febrianto atau akrab disapa Koroy. Menurutnya, sikap keempat wanita yang memamerkan kendaraan itu di media sosial sangat tidak beretika.
Di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan kondisi ekonomi rakyat yang sedang sulit, pengguna mobil dinas yg mem pertontonkan dgn gaya hedon..dianggap sebagai bentuk ketidakpekaan istri seorang pejabat terhadap situasi rakyat saat ini..
Ia pun meminta agar Badan Kehormatan (BK) DPRD Limapuluh Kota tidak berdiam diri. “BK harus punya nyali mengusut pelanggaran etika dan moral ini. Jangan sampai aturan hanya dibuat untuk rakyat kecil, sementara pejabat dan keluarganya bebas berbuat sesuka hati,” tegasnya.
D sisi lain masyarakat tau bahwa Mobil dinas Ketua DPRD tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi istri dan keluarga.dan Kendaraan pelat merah itu merupakan fasilitas negara yang dibeli dari uang rakyat dan peruntukannya secara mutlak hanya untuk menunjang tugas serta fungsi kedinasan pejabat yang bersangkutan.Secara hukum dan etika, penggunaan fasilitas negara untuk urusan keluarga melanggar prinsip pengelolaan aset negara dan berpotensi masuk dalam kategori penyalahgunaan wewenang.
Sementara itu, untuk mendapatkan keberimbangan informasi, awak media telah berulang kali berupaya menghubungi langsung Ketua DPRD Limapuluh Kota, Doni Ikhlas, melalui sambungan telepon. Namun, hingga berita ini diturunkan, panggilan tidak diangkat dan belum ada tanggapan maupun penjelasan resmi dari pihak yang bersangkutan terkait pelanggaran yang diduga kuat terjadi ini.
( Aweng )


0 Komentar