Pegawai Suami Istri Dilarang Satu Perusahaan, Namun Kehadiran Pimpinan PDAM Tirta Sago Dipertanyakan

Payakumbuh – Atensinews.co.

‎Isu mengenai kebijakan internal yang melarang pasangan suami istri bekerja dalam satu lingkungan perusahaan sempat menjadi perbincangan hangat, bahkan kabarnya arahan ini bersumber langsung dari Wali Kota Payakumbuh. Namun, di tengah ketatnya aturan yang dibahas tersebut, justru muncul pertanyaan besar mengenai kedisiplinan dan kehadiran pimpinan tertinggi di PDAM Tirta Sago Kota Payakumbuh sendiri.

‎Publik dan awak media mulai mempertanyakan keberadaan Kepala Direksi PDAM, Ibu Dirud, yang tercatat tidak masuk kerja sejak hari Kamis kemarin hingga saat ini. Padahal, pola kehadiran beliau memang sudah menjadi catatan dan sorotan, di mana hampir setiap hari Jumat beliau terbiasa tidak berada di kantor, berlanjut libur pada Sabtu dan Minggu, baru kembali hadir pada hari Senin. Namun, ketidakhadiran kali ini terasa berbeda dan makin menimbulkan tanya, karena dimulai sejak hari Kamis, membuat masa kosongnya mencapai hampir empat hari kerja.

‎Berbagai informasi yang beredar di kalangan masyarakat maupun lingkungan instansi menyebutkan bahwa Ibu Dirud diketahui pergi ke Kota Bandung. Tujuannya pun dikabarkan untuk mengikuti kegiatan kursus atau kuliah dalam rangka mengambil sertifikasi khusus bidang air.

‎Terkait hal tersebut, awak media berupaya mengonfirmasi secara langsung kepada Ibu Dirud, untuk menanyakan kebenaran kabar perjalanan dinas atau pribadi tersebut, serta meminta penjelasan resmi kemana beliau berangkat selama 3 hingga 4 hari meninggalkan kantor. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, tidak ada jawaban maupun penjelasan apa pun yang disampaikan. Beliau memilih bungkam seribu bahasa, seolah tidak mendengar pertanyaan yang mengemuka.

‎Pola kehadiran yang demikian ini ternyata bukan kali saja terjadi. Sejak dilantik menduduki jabatan strategis tersebut, catatan kehadiran menunjukkan hal yang sama: setiap hari Jumat ditinggalkan kosong tanpa kehadiran pimpinan, kemudian berlanjut akhir pekan, sehingga pengambilan keputusan maupun pelayanan strategis sering kali tertunda menunggu hari Senin.

‎Situasi ini tentu mengundang sindiran tajam dari berbagai kalangan. Di satu sisi, isu aturan ketat soal pasangan suami istri dilarang satu perusahaan dibahas dan dipertimbangkan serius, seolah standar kedisiplinan dan aturan manajemen akan diperketat. Namun di sisi lain, pimpinan tertinggi justru terlihat tidak konsisten dengan aturan kehadiran dan tanggung jawab waktunya sendiri.

‎Publik pun berhak bertanya: Apakah aturan dan kedisiplinan hanya berlaku bagi pegawai biasa, sementara pemimpin diperbolehkan mengatur waktu sesuka hati? Apakah sertifikasi atau kegiatan di luar kota menjadi alasan yang cukup untuk membiarkan kantor duduk kosong berhari-hari tanpa penjelasan?

‎PDAM Tirta Sago adalah perusahaan milik daerah yang mengurusi hajat hidup banyak orang, di mana air bersih adalah kebutuhan pokok warga Payakumbuh. Wajar jika masyarakat berharap pemimpinnya tidak hanya pandai menyusun aturan, tetapi juga menjadi teladan dalam hal kehadiran, tanggung jawab, dan transparansi. Selama belum ada penjelasan resmi, ketidakhadiran yang berulang ini akan terus menjadi tanda tanya besar sekaligus sindiran nyata: "Aturan tertulis terpampang, tapi kedisiplinan pemimpin tak terlihat."

‎( Aweng )

0 Komentar