Payakumbuh - Atensinews.co.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Payakumbuh digelar dengan nuansa penuh harapan dan semangat membangun. Dalam sambutannya, Pejabat terkait menyampaikan berbagai harapan besar agar seluruh warga mendapatkan layanan pendidikan yang layak, termasuk perhatian khusus bagi anak berkebutuhan khusus melalui pendekatan yang inklusif.
Lebih dari itu, peran penting sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi sorotan utama dalam acara tersebut. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pendidikan, karena kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya,” ujar Elzadaswarman, menyampaikan pesan yang seharusnya menjadi perhatian semua pihak.
Ia menekankan bahwa semangat Hardiknas tahun ini harus menjadi pijakan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. “Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, kita optimistis Payakumbuh mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing dan berkontribusi bagi bangsa,” pungkasnya, menyampaikan harapan yang mulia namun sayangnya tidak diikuti oleh semua pihak yang seharusnya hadir.
Dalam kesempatan yang sama, disampaikan pula deretan prestasi gemilang yang diraih oleh putra-putri terbaik Payakumbuh,
bahkan hingga ke tingkat ASEAN,
sebagai bukti bahwa potensi sumber daya manusia di daerah ini sebenarnya sangat besar dan layak untuk terus dikembangkan.
Namun di balik kesuksesan yang dibanggakan itu, ada satu hal yang menjadi perhatian dan menimbulkan tanda tanya di kalangan peserta, kehadiran DPRD Kota Payakumbuh yang tercatat kosong sepenuhnya dalam acara peringatan tersebut.
Sungguh disayangkan, momen penting yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan penyatuan visi demi kemajuan pendidikan daerah, justru dihadiri tanpa kehadiran wakil-wakil rakyat yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam mengawal kebijakan dan kepentingan masyarakat.
Beberapa anggota DPRD yang dihubungi memberikan alasan yang sama: mereka mengaku tidak menerima surat undangan resmi untuk mengikuti acara tersebut. Alasan yang seolah-olah menjadikan mereka tidak bersalah, namun di mata masyarakat justru menimbulkan pertanyaan
,apakah peran pengawasan dan partisipasi terhadap program-program penting daerah hanya sebatas formalitas belaka, sehingga undangan pun tidak dianggap perlu disampaikan dengan baik?
Hal ini kemudian mendapatkan tanggapan dari tokoh masyarakat Kota Payakumbuh, Om Sa'i , yang angkat bicara menyoroti kondisi ini. “Kita sudah mendengar berbagai pesan tentang pentingnya pendidikan, tentang sinergi yang harus dibangun, dan tentang komitmen bersama. Tapi bagaimana mungkin kita bisa membangun kerja sama dan kebersamaan jika pihak yang seharusnya hadir dan berperan aktif saja tidak hadir?” ujarnya dengan nada menyesalkan.
“Jika undangan saja tidak sampai dengan baik, bagaimana bisa mereka memahami kebutuhan dan harapan masyarakat di bidang pendidikan? Atau memang acara seperti ini tidak dianggap penting sehingga tidak perlu dihadiri? Padahal pendidikan adalah hal yang paling mendasar untuk masa depan daerah kita. Jika perhatian terhadap hal ini saja kurang, bagaimana kita bisa berharap kemajuan yang signifikan?” tambahnya.
Kehadiran yang kosong ini menjadi sorotan yang menyakitkan di tengah pujian terhadap prestasi generasi muda dan harapan akan pendidikan yang lebih baik. Masyarakat berharap hal ini bukan menjadi gambaran tentang bagaimana peran lembaga perwakilan rakyat dalam mengawal kepentingan publik.
“Kita mengerti ada berbagai kesibukan, tapi acara sebesar peringatan Hardiknas yang membahas masa depan generasi dan kemajuan daerah—apakah ini juga tidak termasuk hal yang penting? Jika tidak dihadiri, bagaimana bisa mereka berperan aktif dalam membuat kebijakan yang terbaik untuk pendidikan di Payakumbuh?” tegas Om Sa'i
Meskipun semangat dan harapan yang disampaikan dalam acara itu masih terasa kuat, namun kenyataan bahwa DPRD tidak hadir menimbulkan pertanyaan besar: apakah komitmen bersama yang dimaksud hanya menjadi ucapan semata, atau benar-benar akan diwujudkan dalam tindakan nyata yang melibatkan seluruh pihak?
Sampai saat ini, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pimpinan DPRD terkait alasan tidak hadirnya anggota-anggotanya dalam acara peringatan Hardiknas tersebut. Masyarakat menunggu kejelasan dan tanggapan yang memuaskan, agar pesan tentang pentingnya pendidikan dan kerja sama bersama dapat benar-benar dipahami dan diwujudkan oleh semua pihak yang berwenang.
( Aweng )


0 Komentar