Jakarta - Atensinews.co.
Keberangkatan jemaah haji Indonesia dengan puncak haji diperkirakan pada 25-26 Mei 2026 dan kondisi sekitar Arab Saudi dengan adanya krisis teluk membuat penyenggaraan haji tahun ini perlu mendapat perhatian serius.
Kementrian Haji dan Umrah tahun 2026 ini merupakan kali pertama bertugas menyelenggarakan pelayanan haji untuk sekitar 221.000 jemaah.
Dalam Broadcast oleh Wia Channel, Matra 64 dan TV Masumi, Sabtu (2/5/2026) dengan nara sumber Dr. dr. Eka Yusuf Singka, M.Sc yang merupakan Kepala Pusat Kesehatan Haji tahun 2017 - 2022 memberikan pandangan kritis bagi penyelenggaraan haji tahun ini.
Eka berpandangan bahwa adanya Kementerian Haji dan Umrah sudah bagus karena sudah ada lembaga yang mengelola secara khusus pelayanan haji, tapi juga ada konsekuensi dari pendanaan yang besar akibat gemuknya organisasi ke depannya.
Diharapkan penyelenggaraan haji tetap menekankan konsep 5 pelayanan haji yang baik yaitu: pelayanan umum, pelayanan transportasi, pelayanan konsumsi, pelayanan akomodasi dan pelayanan kesehatan secara sirkuler utuh.
Melalui beberapa pertanyaan oleh Ali Yusuf dari Advokasi dan Ligitasi Semangat Advokasi Haji dan Umrah , Eka Yusuf Singka menyampaikan 3 hal yang bisa disimpulkan untuk penyelenggaraan haji tahun 2026 ini agar berjalan baik yaitu:
1. Kebijakan operasional yang tidak kaku, 2. Pembinaan pelayanan jemaah haji, dan 3. Sikap petugas sebagai pelayan bukan sebagai jemaah.
"Penyelenggaraan haji harus dilakukan secara komprehensif menggunakan manajemen risiko bukan manajemen biasa," jelas Eka yang juga pernah menjadi Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI.
(Tom)


0 Komentar