Kepala Puskesmas dan Forkopimcam Tanjungsari Cek SPPG Pasir Tanjung, Terkait Dugaan Keracunan Penerima Manfaat MBG

Bogor - Atensinews.co.

‎Kepala Puskesmas dan rombongan beserta Forkopimcam Tanjungsari meninjau lokasi SPPG Pasir Tanjung, Jl. Transyogi Desa Pasir Tanjung , Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor pada Rabu (8/4/2026).

‎Peninjauan ini terkait kejadian dugaan keracunan yang dialami puluhan warga penerima manfaat MBG yang disalurkan oleh dapur SPPG itu pada hari Senin kemarin (6/4/2026).

‎Kepala Puskesmas Tanjungsari
‎dr. Hj Latifah Hani mengungkapkan bahwa kehadirannya beserta rombongan adalah mengecek secara langsung kondisi fisik SPPG dan memastikan SOP diterapkan dengan benar.

‎"Secara umum cek list SOP bahkan sejak awal berdiri harus dilakukan secara benar, mungkin ada yang mereka lewatkan, sehingga kami memberi masukan dan tim kami langsung turun ke pasien,"ujarnya.

‎Sementara itu Kapolsek Tanjungsari  Iptu Dr Ekka Sakti mengaku bahwa informasi sebelumnya secara berbondong-bondong, beberapa pasien mengunjungi Klinik dan Puskesmas untuk berobat dengan keluhan merasa mual, diare.

‎"Ke Klinik ada 40 orang dan ke Puskesmas 8 orang, mereka yang mengkonsumsi MBG dari SPPG itu.  Tapi sampai saat ini belum bisa memastikan itu penyebabnya harus dianalisis di laboratorium, saat ini kita fokus untuk memulihkan kondisi pasien dulu,"tutur Kapolsek.

‎Senada dengan rekannya,  Danramil Cariu/Tanjungsari Kapten Czi Yoni Santoso menyampaikan bahwa dari total MBG sebanyak 3.055 porsi yang mengeluhkan mual-mual, muntah sebanyak 40-60 orang.

‎"Penyebab belum bisa disimpulkan harus menunggu hasil laboratorium dari dinas terkait,"ucap Danramil.

‎Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasir Tanjung Reynaldi mengakui kejadian kemarin Senin (6/4/2026) di kluster penerima manfaat MBG Posyandu sekitar 106 korban tetapi sudah menerima pengobatan baik di klinik dan Puskesmas.

‎"Kami sebagai pengelola berkomitmen untuk kedepannya meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga mutu menu yang disajikan.  Soal dugaan adanya keracunan, sampel makanan sudah dibawa ke laboratorium kesehatan untuk pemeriksaan,"ujarnya.

(Dewi-Tom)

0 Komentar