Drama di Belakang Garis Musuh: Pilot F-15 AS yang Hilang, Berhasil Diselamatkan dari Pegunungan Iran

Iran - Atensinews.co.

‎Pilot jet tempur F-15E AS yang hilang di pegunungan Iran berhasil diselamatkan dalam operasi udara besar-besaran setelah 36 jam terjebak di belakang garis musuh.

‎Drone Iran menghantam fasilitas energi di Kuwait, Bahrain, dan UEA, menyebabkan kelumpuhan produksi petrokimia dan kerusakan infrastruktur vital di negara-negara Teluk.

‎Presiden Trump memberi tenggat waktu hingga Senin bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz, sementara Iran mengancam akan membalas dengan serangan ke seluruh pangkalan AS.

‎Sebuah operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) tempur yang dramatis berakhir dengan kesuksesan besar.

‎Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa awak jet tempur F-15E Strike Eagle yang sempat hilang di wilayah pegunungan Iran berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup pada Minggu pagi (5/4/2026).

‎Penyelamatan ini menjadi sorotan dunia setelah pilot tersebut terjebak selama lebih dari 36 jam di wilayah musuh pasca-pesawatnya ditembak jatuh Jumat lalu.

‎Trump menggambarkan momen tersebut sebagai misi yang sangat berbahaya, di mana sang prajurit harus bersembunyi dari kejaran pasukan Iran yang terus mendekat setiap jam.

‎Sebab sang pilot berada di belakang garis musuh atau berada di wilayah lawan.
‎Sebelumnya satu awak lain dari F-15 yang ditembak jatuh itu, sudah berhasil di selamatkan, sementara satu lainnya hilang.

‎Namun kini awak pesawat yang hilang itu kembali bisa diselamatkan, meski di saat yang sama ia juga diburu pasukan militer Iran.

‎Bahkan Iran juga menjanjikan hadiah bagi siapa pun warga yang menyerahkan "pilot musuh."

‎"Dia terluka, tapi dia akan baik-baik saja," tulis Trump dalam unggahan media sosialnya.

‎“Prajurit pemberani ini berada di belakang garis musuh di pegunungan Iran yang berbahaya, diburu oleh musuh kita, yang semakin mendekat setiap jamnya,” tulis Trump.

‎Trump mengatakan bahwa penyelamatan melibatkan puluhan pesawat dan bahwa pasukan AS telah memantau lokasinya 24 jam sehari, dan dengan tekun merencanakan penyelamatannya.

‎Pesawat tempur itu adalah pesawat AS pertama yang jatuh di wilayah Iran sejak konflik pada akhir Februari.

‎Jet itu jatuh setelah ditembak Iran, Jumat (3/4/2026). Saat pesawatnya hancur kedua awak pesawat menyelamatkan diri dengan kursi pelontar.

‎Satu awak berhasil diselamatkan pasukan AS beberapa jam kemudian, sementara satu lagi baru berhasil diselamatkan pada Minggu (5/4/2026) pagi ini.

‎Trump mengatakan pekan lalu bahwa AS telah menghancurkan Iran dan akan mengakhiri perang "dengan sangat cepat."

‎Dua hari kemudian, Iran menembak jatuh dua pesawat militer AS, menunjukkan bahaya yang terus berlanjut dari kampanye pengeboman dan kemampuan militer Iran yang melemah untuk terus membalas.

‎Meski satu nyawa berhasil diselamatkan, situasi regional justru semakin mendidih.
‎Iran meluncurkan gelombang serangan drone balasan yang menghantam infrastruktur energi di Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Rajiansah

0 Komentar