Bandar Lampung - Atensinews.co.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Teknologi Sumatera (Itera) Kelompok 12 berhasil merampungkan perancangan Masterplan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) sekaligus ruang publik terpadu yang diberi nama “Galariung”. Perancangan ini ditujukan untuk Kampung Tanjung Halo, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, dan diserahterimakan pada acara penutupan kegiatan KKN, Selasa (3/2/2026).
Progress pekerjaan yang berlangsung selama tiga minggu (13 Januari – 2 Februari 2026) ini lahir dari kegelisahan warga Kampung Tanjung Halo. Sebagai salah satu kampung tua di kawasan Kemiling dengan mayoritas penduduk bersuku Sunda, wilayah ini belum memiliki fasilitas yang memadai untuk aktivitas sosial kemasyarakatan maupun pendidikan non-formal anak-anak.
Ketua Kelompok 12 KKN Tematik Itera, Ismail, menjelaskan bahwa nama "Galariung" diambil dari Bahasa Sunda yang bermakna tempat berkumpul. Konsep ini diterjemahkan ke dalam desain bangunan dua lantai yang didominasi material bambu, merefleksikan identitas budaya mayoritas warga setempat.
"Kami merancang Galariung bukan hanya sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai simbol kebersamaan. Perancangan ini melibatkan kolaborasi disiplin ilmu dari mahasiswa Teknik Sipil, Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), serta Teknik Geofisika untuk memastikan bangunan aman, fungsional, dan sesuai dengan kontur tanah setempat," ujar Ismail.
Luaran yang dihasilkan mahasiswa tidak hanya sebatas konsep. Kelompok 12 menyajikan dokumen teknis lengkap meliputi model 2D dan 3D visual, struktur pemecahan kerja (Work Breakdown Structure/WBS), hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang terperinci.
Berdasarkan perhitungan teknis yang dilakukan, estimasi biaya pembangunan Galariung adalah sebesar Rp 384.016.659,10. Angka ini ditekan sedemikian rupa agar tetap di bawah Rp 500 juta namun dengan kualitas struktur yang kokoh, mencakup pekerjaan persiapan, pondasi batu kali, struktur beton bertulang, hingga instalasi listrik dan sanitasi. Desain atap bertingkat yang unik juga dirancang untuk memaksimalkan sirkulasi udara alami, menjadikan bangunan ini ramah lingkungan.
Kehadiran desain ini disambut hangat oleh warga setempat. Ketua RT 04 Lingkungan 2 Kedaung sekaligus tokoh masyarakat Kampung Tanjung Halo, Bapak Ibrahim, mengungkapkan bahwa memiliki ruang publik yang layak adalah impian warga sejak lama.
"Ini menjadi mimpi besar bagi warga Tanjung Halo, juga saya sejak kecil. Bukan mustahil TPA kita yang kondisinya saat ini terbatas, bisa berubah menjadi megah seperti rancangan anak-anak kita dari KKN ITERA," ujar Ibrahim dengan mata berkaca-kaca saat sesi pemaparan.
Ia menambahkan keyakinannya bahwa desain ini bisa menjadi modal awal untuk penggalangan dana pembangunan. "Saya yakin, walaupun mungkin tidak terealisasi di kepemimpinan saya, rancangan ini dapat kita realisasikan bersama-sama, agar anak-anak kita dapat tumbuh lebih baik dibanding kita bapak-ibunya," tegasnya.
Ismail pun menutup sesi penyerahan dengan harapan agar dokumen perancangan ini tidak berakhir di atas kertas. "Kita merancang bukan untuk individu atau perorangan, tapi untuk kampung kita, Tanjung Halo. Semoga apa yang kita impikan dapat terealisasikan," tutupnya.
Kehadiran Galariung diharapkan nantinya dapat menjadi pusat kegiatan yang masif di Kampung Tanjung Halo, tempat di mana pendidikan agama (TPA) dan interaksi sosial warga (musyawarah) dapat berjalan beriringan dalam satu atap yang nyaman dan estetis.
(Tim)


0 Komentar